MANADO – Kota Manado tak akan luput dari masalah banjir dan sampah. kondisi Kota Manado yang ‘dikepung’ 8 daerah aliran sungai (DAS), yakni sungai Tondano, Kima, Maasing, Bailang, Malalayang, Kalasey, Sario, dan Tikala.
Hal itu di katakan Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Manado, Dr Liny Tambajong (Kaban Liny) belum lama ini.
Menurutnya, Pemkot Manado harus terus melakukan berbagai upaya berupa inisiatif Pemkot Manado sendiri, kerjasama dengan pihak lain, hingga meminta bantuan pemerintah pusat, untuk menyelamatkan sungai di Manado.
“Pembangunan tanggul di Sungai Tondano sudah memberi dampak positif yang besar bagi Manado. Bencana awal Februari baru-baru, wilayah Mahakam sudah tak kebanjiran lagi, yang biasanya diakibatkan luapan air karena penyempitan sungai,” ujar Kaban Liny.
- Wali Kota Caroll Senduk Pimpin Apel Gelar Pasukan, Pastikan Kesiapan Pengamanan TIFF 2026
- Wali Kota Caroll Senduk dan Wakil Wali Kota Sendy Rumajar Audiensi dengan Kajati Sulut, Perkuat Dukungan untuk Sukseskan TIFF 2026
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
Dikatakan Kaban Liny, Pemkot Manado akan melakukan pembebasan lahan yang lebih banyak karena sudah ada perencanaan penataan kawasan di sepanjang aliran sungai. “Upaya-upaya yang kita lakukan adalah untuk mewujudkan Manado menuju kota ramah air,” ujar Kaban Liny. (*)








