MANADO – Kota Manado tak akan luput dari masalah banjir dan sampah. kondisi Kota Manado yang ‘dikepung’ 8 daerah aliran sungai (DAS), yakni sungai Tondano, Kima, Maasing, Bailang, Malalayang, Kalasey, Sario, dan Tikala.
Hal itu di katakan Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Manado, Dr Liny Tambajong (Kaban Liny) belum lama ini.
Menurutnya, Pemkot Manado harus terus melakukan berbagai upaya berupa inisiatif Pemkot Manado sendiri, kerjasama dengan pihak lain, hingga meminta bantuan pemerintah pusat, untuk menyelamatkan sungai di Manado.
“Pembangunan tanggul di Sungai Tondano sudah memberi dampak positif yang besar bagi Manado. Bencana awal Februari baru-baru, wilayah Mahakam sudah tak kebanjiran lagi, yang biasanya diakibatkan luapan air karena penyempitan sungai,” ujar Kaban Liny.
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
- Diapkan Jadi Ahli Metalurgi, Bupati Delis Antar 10 Putra-Putri Terbaik Morut ke ITD Sumut
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Acara Pelantikan Dan Pengambilan Janji Jabatan Tinggi Pratama Di Lingkungan Pemprov Sulut : Turut Berikan Ucapan Selamat
Dikatakan Kaban Liny, Pemkot Manado akan melakukan pembebasan lahan yang lebih banyak karena sudah ada perencanaan penataan kawasan di sepanjang aliran sungai. “Upaya-upaya yang kita lakukan adalah untuk mewujudkan Manado menuju kota ramah air,” ujar Kaban Liny. (*)








