Pemkab Minut Gelar Gladi Kesiapsiagaan Bencana Dalam Memperingati Bulan PRB 2025

oleh -0 Dilihat
Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung

Minut-Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar kegiatan apel Gladi Kesiapsiagaan terhadap Bencana, Jumat (3/10/2025) di lapangan kantor BPBD Minut.

Kepala BPBD Minut Theodore V. Lumingkewas dalam laporannya menjelaskan, dalam Kegiatan apel ini bertindak sebagai pembina Apel Asisten I Umbase Mayuntu dan peserta apel terdiri dari Unsur Forkopoimda Minut & OPD terkait.

Ditambahkanya,kegiatan apel ini dalam rangka Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Oktober 2025 dengan tema “Bencana Tidak Bisa Menunggu, Kesiapsiagaan Menjadi yang Utama”.

Theodorus mengatakan dasar pelaksanaan kegiatan ini Surat Sekretaris Daerah Kab. Minahasa Utara Nomor 005/3112/BPBD/SEKRE/X/2025 perihal Undangan tanggal 2 Oktober 2025.

Serta Nota Dinas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Utara No. Kabupaten Minahasa 474.100/BPBD/700/X/2025 Perihal Penugasan pada Gladi Kesiapsiagaan Terhadap Bencana di Kabupaten Minahasa Utara Tahun 2025.

Dijelaskannya, maksud dan tujuan diselenggarakan Gladi Kesiapsiagaan Terhadap Bencana Kabupaten Minahasa Utara adalah:

a. Maksud Kesiapsiagaan terhadap bencana sangat dibutuhkan sebagai upaya untuk mengurangi dampak bencana.

b. Tujuan Kesiapsiagaan terhadap bencana adalah serangkaian kegiatan pra bencana melalui pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan Pemerintah Daerah dan warga Negara dalam menghadapi bencana.

Sementara itu, Bupati Minut Joune Ganda, SE.MAP.MM.Msi dalam sambutan yang diwakili oleh Asisten I Umbase Mayuntu mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Bupati Joune Ganda menambahkan, selain itu kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan respons dan koordinasi antar lembaga dalam menghadapi potensi bencana serta meningkatkan kapasitas Pemerintah Daerah dalam pengurangan resiko bencana.

“Indonesia tangguh bencana harus dilakukan semua pihak, karena penanggulangan bencana adalah urusan bersama.”ujarnya.

Dia menambahkan,ada tiga hal penting dalam kegiatan ini, yakni;

1. Sinergi dan Kolaborasi

Gladi ini menguji bukan hanya kecepatan respon, tapi juga kekompakan lintas sektor.

Tidak ada instansi yang bisa bekerja sendiri menghadapi bencana. Kita harus bergerak bersama dalam satu komando yang terpadu.

2. Responsif dan Adaptif;

Setiap Instansi harus memahami risiko sektoralnya dan BPBD menjadi motor koordinasi.

Kita harus mampu menyesuaikan rencana dan tindakan berdasarkan dinamika lapangan.

3.Pemberdayaan Masyarakat;

Kekuatan utama kita ada pada tingkat desa dan komunitas. Mari kita dorong pembentukan desa tangguh bencana, keluarga tangguh bencana, kader siaga, serta edukasi publik yang berkelanjutan.

Menurutnya, Pihak-pihak yang berperan dalam penanggulangan bencana/konsep Pentahelix adalah pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi serta media massa yang merupakan bagian integral dari upaya sistematis dalam konteks penanggulangan bencana karena.

“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam penanggulangan bencana, sehingga perlu dibangun kesadaran masyarakat terhadap bencana.”tandas Bupati Joune Ganda lewat asisten I Umbase Mayuntu. (***Adve)

No More Posts Available.

No more pages to load.