Morut- Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan luapan banjir di beberapa tempat di Kabupaten Morowali Utara (Morut), terutama yang terjadi Rabu(02/04/2025) dini hari.
Untuk mengatasi dampak banjir tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) bersama TNI/Polri dan Palang Merah Indonesia (PMI) Morut, dibantu para relawan bergerak cepat membantu masyarakat yang terkena bencana tersebut.
“Pak Bupati langsung memerintahkan kami untuk meminimalisir dampak bencana banjir. Seharian ini kami berada di lokasi yang terdampak,” jelas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Morut, Delfia Parenta ST.
Petugas BPBD bersama TNI/Polri dan PMI berada di lokasi terdampak untuk membantu masyarakat, sekaligus menyalurkan bantuan.
Tim ini juga bergerak cepat membantu masyarakat membangun kembali jembatan darurat di Desa Lembobelala, Kecamatan Lembo Raya, yang hanyut dibawa banjir.
Keberadaan jembatan ini sangat strategis karena berada di tengah kampung dan menjadi akses utama warga setempat
Selain itu, ada tiga Desa yang terdampak akibat curah hujan yang cukup tinggi. Ketiga Desa itu, adalah Desa Korompeeli, Kumpi dan Beteleme Tua. Semuanya di Kecamatan Lembo.
Di tiga Desa ini air menggenangi rumah penduduk, bahkan ada genangan sampai di atap rumah.
Untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir, BPBD Morut menyalurkan bantuan sembako dan air mineral yang merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan dari Bank BNI.
Khusus bantuan dari Bank BNI diterima langsung dua hari lalu oleh Ketua PMI Morut yang juga Anggota DPD RI Asal Sulteng, Febriyanthi Hongkiriwang Ssi Apt.
Di Korompeeli disalurkan 20 paket sembako dan air mineral 18 dos, Kumpi 21 paket sembako, dan Beteleme Tua 61 paket sembako serta air mineral 29 dos.
Selain itu, PMI bersama PMR (Palang Merah Remaja) Morut juga membantu membersihkan rumah penduduk yang kotor setelah genangan mulai surut.
Delfia Parenta, menjelaskan, luapan banjir ini terjadi karena curah hujan cukup tinggi. Ada empat sungai yang bersatu menyebabkan permukaan air naik begitu tinggi dalam waktu singkat.
Keempat sungai tersebut adalah Sungai Sokita (Po’ona), Sungai Pontangoa (Ronta), Sungai Pu’awu (Uelene) dan Sungai Tambalako.
“Semua sungai itu bermuara di Tambalako sehingga luapan banjir cepat dan menggenangi beberapa Desa,” kata Delfia yang saat ini juga menjabat Plt. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Morut. (Ale/Ryo/NAL)









