Tondano – Situasi Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa menjalankan kegiatan pembersihan dan pengangkatan Eceng Gondok di Danau Tondano.
Bupati Minahasa melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH), Vicky Kaloh, mengatakan walaupun lagi gencar – gencarnya Pemkab Minahasa melakukan pencegahan wabah Covid-19, namun bukan berarti pelestarian Danau Tondano terabaikan.
“Selain memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Pemkab juga tetap melakukan aktifitas pembersihan dan pengangkatan eceng gondok dari danau Tondano,” kata Kaloh.
Menurutnya, pembersihan dan pengangkatan Eceng Gondok tidak bisa dihentikan walaupun ditengah pandemi Covid-19. “Program pelestarian danau Tondano dengan pengangkatan eceng gondok harus tetap dilakukan, karena program itu sudah berjalan sebelum ada wabah Corona,” ucap Kaloh.
- PWI dan Mitra Gelar Gerakan Literasi Pelajar Manado, Sejuta Asa untuk Kota Tercinta, Jadi Kado Istimewa HUT Ke-403 Manado
- Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PLN UP3 Palu Hijaukan Pesisir Teluk Palu Melalui Penanaman 1.000 Bibit Mangrove
- Dari Gerobak Harapan ke Usaha yang Lebih Mapan : Kisah Muhammad Syarifuddin Menyalakan Asa Bersama TJSL PLN
Ia pun menjelaskan program pengangkatan Eceng Gondok dilakukan melalui padat karya tunai yang tersebar di 25 desa diseputaran Danau Tondano. “Sesuai instruksi Bupati dan Wakil Bupati, pengangkatan eceng gondok tetap dilakukan karena tidak berpengaruh dengan wabah Covid-19. Selain alat berat, juga melibatkan 25 warga di setiap desa yang terdampak seperti tukang ojek, supir, buruh bangunan, kusir bendi, pedagang dan lainnya. Mereka diberikan gaji Rp 110.000 per hari untuk pengangkatan eceng gondok,” Ujar Kaloh.
Padat karya tunai ini, lanjut dia, sekaligus jaring pengaman sosial bagi masyarakat terdampak Covid-19. Selain itu juga sangat membantu perekonomian masyarakat di desa yang terdampak wabah Corona.
“Jadi, setiap warga yang akan datang mengangkat eceng gondok, wajib tidak bersamaan atau berkerumunan dengan menjaga jarak dua meter. Dan proses pekerjaannya dibawa komando tujuh Camat yang ada di wilayah seputaran danau Tondano,” jelas Kaloh.
Sedangkan pekerjaan pengangkatan Eceng Gondok dengan alat berat, difokuskan di Kecamatan Kakas. “Alat fokus bekerja di Kakas, karena hamparan eceng gondok paling banyak di sana. Kemudian, jika disetiap desa sudah lebih dari 25 orang, pemerintah stempat akan mengatur secara bergiliran,” Tutupnya. (Ronny)








