Manado – Tim khusus (Timsus) Maleo Polda Sulut, berhasil meringkus pelaku penggelapan handphone. Pelaku yakni RM alias Richard (30) warga Kelurahan Singkil Satu Lingkungan VI Kecamatan Singkil. Karyawan swasta ini diringkus saat berada di Seputaran Jalan Piere Tendean Kecamatan Wenang, Kamis (22/7) sekitar 16.00 Wita.
Menurut informasi yang dirangkum, peristiwa itu berawal saat korban yakni Julfiandi Domili (31) warga Kelurahan Bitung Barat Satu Lingkungan II Kecamatan Maesa Kota Bitung, mendatangi Mapolresta Manado. Dihadapan petugas, korban yang kesehariannya bekerja sebagai Karyawan Swasta ini melaporkan kasus penggelapan handphone yang dilakukan oleh pelaku.
Dimana, saat itu korban menitipkan 7 buah handphone jenis iPhone dan Xiaomi Black Shark kepada pelaku untuk dijual. Namun, setelah kurang lebih satu bulan berjalan, pelaku sudah tidak bisa dihubungi. Tidak terima dengan perbuatan pelaku, korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Manado.
Berdasarkan laporan LP / B / 1090 / VII / 2021 / SPKT / POLRESTA MANADO / POLDA SULUT, Timsus Maleo yang dipimpin Kanit 3 Ipda Trivo Datukramat SH ini, langsung bergerak mencari keberadaan pelaku. Alhasil, pelaku berhasil diringkus di Seputaran Jalan Piere Tendean Kecamatan Wenang.
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
- Disiapkan Jadi Ahli Metalurgi, Bupati Delis Antar 10 Putra-Putri Terbaik Morut ke ITD Sumut
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Acara Pelantikan Dan Pengambilan Janji Jabatan Tinggi Pratama Di Lingkungan Pemprov Sulut : Turut Berikan Ucapan Selamat
“Pelaku sudah kami serahkan di Mapolresta Manado. Dan untuk barang bukti yang lain masih dilakukan pencarian karena dijual tersangka lewat media sosial facebook,” ujar Trivo Datukramat.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Taufiq Arifin SHut SIK, ketika di konfirmasi membenarkan adanya penangkapan tersebut, “pelaku saat ini sedang dalam pemeriksaan penyidik. Selanjutnya akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya. (Dwi)






