Pekabaran Injil 194 Tahun : Semangat Misi Lintas Generasi Diperkuat, Pemkab Minut Tegaskan Komitmen Iman dan Pelayanan

Minut-Perayaan HUT ke-194 Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen GMIM menjadi momentum penting yang bukan hanya dirayakan kalangan gerejawi, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.

Kegiatan tersebut bertempat di Pendopo Pemkab Minut menghadirkan semangat kolaborasi antara gereja dan pemerintah. Selasa (3/6/2025).

Sekretaris Daerah Minahasa Utara, Novly Wowiling, hadir mewakili Bupati, menegaskan bahwa misi pekabaran Injil selama hampir dua abad telah menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter dan moral masyarakat Minahasa.

Dalam sambutannya, ia menyoroti pentingnya menjaga solidaritas, membangun iman yang kuat, dan mempererat sinergi antara gereja dan pemerintah.

“Semoga perayaan ini bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga memperkuat hubungan spiritual dan sosial kita. Saya sangat menghargai perjuangan para pendeta, pelayan, dan panitia yang telah bekerja dengan sepenuh hati. Mari terus kobarkan semangat pelayanan untuk generasi masa depan,” ujar Wowiling.

Makna sejarah kembali digaungkan Ketua Panitia, Pdt. Theogives L.M. Karundeng, M.Th, yang mengajak seluruh elemen jemaat untuk merefleksikan nilai-nilai misi yang dibawa para misionaris sejak 12 Juni 1831.

Ia juga menyambut kehadiran para tokoh gereja, termasuk Pdt. DR. Adolf Wenas, M.Th, dan Plt. Ketua BPMS GMIM, Pdt. Janny Rende, M.Th, serta tamu luar negeri yang turut membagikan inspirasi pelayanan global.

Rangkaian acara dibuka dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Dr. Adolf Wenas, M.Th, dan dilanjutkan dengan pengutusan 13 pendeta untuk melayani ke luar wilayah Sulawesi Utara tanda bahwa semangat pekabaran Injil tetap hidup dan berkembang di era kini.

Momen ini sekaligus menjadi bukti bahwa panggilan iman tak terhenti oleh batas geografis. Justru, dengan dukungan pemerintah dan partisipasi lintas komunitas, pelayanan dapat menjangkau lebih luas dan membentuk masyarakat yang tangguh secara spiritual maupun sosial. (*Advetorial)

Loading