Morut-Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PAPDESI) Kabupaten Morowali Utara (Morut), menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait dinamika yang terjadi di tengah pesatnya pembangunan dan pertumbuhan investasi di bumi tepo asa aroa tercinta.
PAPDESI Morut menegaskan dukungan penuh terhadap upaya penegakan hukum, khususnya dalam hal pemberantasan korupsi, serta mendorong penyampaian aspirasi dan kritik yang rasional dan konstruktif, sebagai bagian dari iklim demokrasi yang sehat.
Namun, PAPDESI secara tegas menolak segala bentuk aksi demonstrasi yang dilakukan oleh pihak luar yang dianggap berpotensi memecah belah persatuan dan merusak kerukunan masyarakat di Morut.
“Kami percaya persatuan dan kerukunan adalah kunci keberhasilan pembangunan di daerah,” tegas Ketua PAPDESI Morut, Robert Ovan Podengge, dalam pernyataannya yang disampaikan secara terbuka.
- Melangkah Sehat, Bergerak Hijau: PLN UP3 Luwuk Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Aksi Bersih Lingkungan
- Gelorakan Semangat Pancasila, PLN dan Pemprov Sulteng Kejar Target 100% Desa Berlistrik di 2029
- Pansus RTRW Menggelar Rapat Penyempurnaan Hasil Evaluasi Kemendagri Terhadap Ranperda RTRW Tahun 2025-2044
Lewat pernyataan tegas ini, PAPDESI Morut menyerukan tiga poin utama:
1. Kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada dan menolak segala bentuk provokasi yang dapat mengganggu persatuan dan ketertiban.
2. Kepada aparat berwenang agar meningkatkan pengamanan dan stabilitas daerah.
3. Kepada semua elemen masyarakat untuk terus mempererat persatuan dan menjaga kerukunan sosial.
Ia berharap, seluruh pihak dapat menjaga stabilitas sosial demi kelangsungan pembangunan yang berkelanjutan dan kedamaian didaerah ini. (*/ NAL)








