Minut-Gemerlap penutupan Likupang Tourism Festival (LTF) 2026 di Pantai Paal, Likupang Timur, Minggu (23/8/2026) malam, mendadak berubah menjadi suasana penuh haru.
Ribuan pengunjung yang sejak awal menikmati musik dan hiburan seketika diajak berhenti sejenak dari kemeriahan festival. Dari atas panggung, penyanyi Vicky Salamor mengajak masyarakat yang hadir untuk mengirimkan doa bagi saudara-saudara sebangsa di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatera dan Kalimantan.
Ajakan itu disampaikan Vicky saat membawakan lagu “Ibu Pertiwi”.
Suasana Pantai Paal pun berubah. Penonton yang sebelumnya larut dalam hiburan ikut menyanyikan lagu tersebut bersama-sama. Suara Vicky dari atas panggung berpadu dengan ribuan suara masyarakat yang memenuhi kawasan festival.
- Plt. Bupati Heronimus Makainas dan Wartawan, Perkuat Sinergi Membangun Daerah
- Wagub Victor Mailangkay Hadiri Penandatanganan PKS Percepatan Penyelesaian Status Kewarganegaraan Undocumented Person di Bitung
- Lantik 318 Pejabat Fungsional, Gubernur Yulius Ingatkan Rawat Kebersamaan dan Tinggalkan Ego Sektoral
Momen tersebut bukan lagi sekadar penampilan musik dalam agenda penutupan LTF 2026. Lagu “Ibu Pertiwi” menjadi pengikat rasa kebersamaan, sekaligus simbol kepedulian terhadap sesama anak bangsa yang berada jauh dari Likupang.
Pesan yang muncul dari tengah keramaian itu sederhana, namun kuat: jarak antardaerah tidak boleh memisahkan rasa persaudaraan sebagai satu bangsa.
Doa untuk NTT, Sumatera dan Kalimantan akhirnya menjadi salah satu momen paling menyentuh dalam penutupan LTF 2026.
Peristiwa tersebut sekaligus memberi warna berbeda pada sebuah festival pariwisata. LTF 2026 tidak hanya meninggalkan cerita tentang panggung hiburan, keramaian dan kunjungan wisatawan, tetapi juga menghadirkan pesan kemanusiaan dan persatuan.
Dari Pantai Paal, ribuan orang malam itu seolah mengirimkan satu pesan yang sama, Indonesia boleh terbentang luas, tetapi rasa persaudaraan tidak mengenal batas. (T3/*)





