Morut-Orang tua korban kekerasan terhadap anak di Desa Pebo’a Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara (Morut), sangat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian Pemda Morut, terkait peristiwa yang menimpa anak mereka sebelumnya.
Pernyataan itu disampaikan Ibu korban, saat menerima tim dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah (DP2KBP3AD) Morut, di Pebo’a, belum lama ini.
“Terima kasih atas perhatian Pemda Morut, dan khususnya Pak Bupati, terkait peristiwa yang menimpa anak kami,” ujarnya.
Saat itu tim dari DP2KBP3AD Morut dipimpin Kabid Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak, Irna K Tumakaka SE, sekaligus menyerahkan bingkisan sembako kepada orang tua korban, yakni keluarga Nompo-Pakiri.
- Melangkah Sehat, Bergerak Hijau: PLN UP3 Luwuk Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Aksi Bersih Lingkungan
- Gelorakan Semangat Pancasila, PLN dan Pemprov Sulteng Kejar Target 100% Desa Berlistrik di 2029
- Pansus RTRW Menggelar Rapat Penyempurnaan Hasil Evaluasi Kemendagri Terhadap Ranperda RTRW Tahun 2025-2044
Pertemuan kekeluargaan yang berlangsung di rumah orang tua korban, turut di saksikan Sekdes Pebo’a, Marcel Timpo.
Kunjungan tim DP2KBP3AD Morut tersebut, di isi dengan diskusi serta penguatan terhadap keluarga korban, terutama bagaimana mengembalikan semangat korban yang sempat mengalami trauma berat.
Kehadiran tim ini sebagai wujud rasa empati dan keprihatinan dari Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak DP2KBP3AD Morut.
Sekedar diketahui, seorang anak perempuan di Desa Pebo’a, Kecamatan Petasia Timur, yang baru berusia 5 tahun mengalami kekerasan seksual.
Pelaku kekerasan terhadap anak tersebut adalah seorang lelaki berusia sekitar 60 tahun. Akibat perbuatannya, si pelaku kini sudah diamankan oleh aparat kepolisian Polres Morut. (MCDD/NAL)








