Minut-Stunting merupakan salah satu permasalahan terkait gizi yang krusial, terlebih pada negara yang sedang berkembang seperti Indonesia.
Guna menunjang program pemerintah dalam menekan angka penderita stunting di Kabupaten Minahasa Utara, Pemerintah Desa Kokoleh Satu rutin melakukan kegiatan Posyandu setiap bulannya.
Menurut Hukum Tua Desa Kokoleh Satu France Maramis, kegiatan Posyandu telah menjadi program prioritas dalam penggunaan anggaran Dana Desa (Dandes) tahap pertama ditahun 2023.
“Kegiatan Posyandu ini rutin kami laksanakan setiap bulan agar masalah stunting dapat teratasi,” ungkap Hukum Tua France Maramis. Jumat, (17/02/2023).
- Diresmikan Presiden Prabowo, Pemkab Minsel Dukung Pengoperasional 1.061 Unit KDKMP
- Bupati Michael Thungari Beri Dukungan dan Apresiasi Serta Motivasi Bagi Ke Empat Siswa Peserta Seleksi Paskibraka Tingkat Provinsi Sulawesi Utara
- Wabup Vasung Hadiri Groundbreaking 10 Gudang Pangan Polri dan Launching Operasional 166 SPPG

Adapun kegiatan Posyandu berlangsung di Balai Desa Kokoleh Satu, dengan melibatkan tenaga medis dari puskesmas yang ada.
“Dalam kegiatan ini, setiap bayi dan balita kami timbang, kemudian melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, panjang badan, memberikan vitamin A dan obat cacing, juga memberi susu serta makanan tambahan”, jelasnya.
Selain itu France juga mengatakan, sejak tahun 2021 angka penderita stunting didesa Kokoleh Satu mengalami penurunan.
“Tahun 2021 masih ada 7 penderita stunting, tahun 2022 ada 3, dan hingga kini masih ada 1 penderita yang sedang dipantau perkembangan gizinya, intinya angka penderita stunting didesa Kokoleh Satu setiap tahun mengalami penurunan,” ujar France
Diketahui, dalam kegiatan Posyandu tersebut telah terdaftar 65 bayi dan balita masing-masing 10 bayi dan 55 balita. (T3)









