Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (ODSK) merealisasikan Program Percepatan Transformasi Digital.
Terbaru, ODSK akan menerapkan Analog Switch Off (ASO), yakni Program migrasi siaran TV analog ke digital.
Di mana 5 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Utara jadi Pioner penerapan Analog Switch Off, tahap pertama menyasar daerah Minahasa, Minahasa Utara, Bitung, Manado, Tomohon.
“Ini adalah tentang bagaimana kita memanfaatkan semua sumber daya yang tepat,” ungkap Gubernur Olly.
- Hearing Komisi III DPRD Sulut : Warga Tuntut Akses Jala Baru Dapat Digunakan, PT MSM Janji Perbaiki Jalan Eksisting Milik BPJN
- Bupati FDW Pimpin Rapat Bersama Forkopimda Minsel, Bahas Berbagai Isu Terkini
- Momen Idul Adha 1447 H, PLN Tingkatkan Jam Operasi Listrik Pulau Paku Menjadi 18 Jam: Dorong Ekonomi Kepulauan di Morowali
Ditambahkan Kepala Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian Provinsi Sulut Steven Liow, Program nalog Switch Off (ASO) ini menunjang digitalize satu frekuensi siaran, sehingga bisa digunakan maksimal 12 stasiun TV.
Selain itu, sisa broadband bisa dialihkan ke kebutuhan digital untuk akses internet, sehingga nanti akan dapat dimanfaatkan untuk mendorong ekonomi digital nasional seperti program UMKM Go Digital, industri e-commerce, marketplace.
Penggantian transmisi analog ke digital akan menciptakan efisiensi pemakaian spektrum frekuensi, menghemat bandwidth, kebal terhadap gangguan atau noise, serta melengkapi sistem yang mampu memperbaiki kesalahan pengiriman data akibat gangguan FEC (forward error correction)
Sesuai program Tranformasi Digitali Gubernur Olly dan Wagub Kandouw maka, mulai pekan depan masyarakat akan menerima pemberian alat bantu penerimaan siaran TV digital (Set-Top-Box).
Alat ini diperuntukkan bagi rumah tangga kurang mampu pemilik TV analog.
“Sebanyak 15.000 alat akan dibagikan ke masyarakat tersebar di 5 daerah pioner ASO. Hal itu pun masih tahap pertama program ASO, dan masih ada lagi tahap selanjutnya.” Ujar Liow. (*J.Mo)








