Felly Estelita Runtuwene bersama Warga
Minsel – Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene menggandeng Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan Kimia Farma Sulut, dalam peluncuran Obat Tradisional Minyak Tawaang oleh Kelompok Bahtera Desa Tawaang kecamatan Tengah, resmi menjadi produk yang berlebel BPOM. bertempat di gedung pembuatan Minyak Tawaang, Kamis (21/04/2022).
Hadir dalam acara ini Bisnis Manager Kimia Farma Sulut Made Nugraha Kusumajaya, Kadis Koperasi UMKM Minsel DR. Meidy Maindoka. Kadis Perdagangan Adrian Sumuweng SP.MSI. Kepala Dinas Penanaman Madal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Minsel Ronald Paath dan juga Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi, Stella Runtuwene.
Dalam sambutannya Runtuwene sangat mengapresiasi kepada Kelompok Obat Tradisional Bahtera yang berada di desa Tawaang yang saat ini sudah menjadi kelompok percontohan di daerah Minahasa Selatan. Apalagi saat ini sudah memiliki ijin edar dari BPOM.
“Ini merupakan Bentuk kecintaan produk daerah sendiri yang di miliki kabupaten Minahasa Selatan.” Ujar FER sapaan Felly Esterlita Runtuwene yang juga membidangi Obat dan Makanan pada Komisi IX DPR RI ini.
FER juga berharap produk ini kedepannya lebih maju dan lebih profesional dalam mengelolah usaha ini, agar bisa di pasarkan ke seluruh daerah maupun luar daerah.
“Sekiranya untuk tetap menjaga mutu produk usahanya, agar kedepan bisa menjadi kelompok yang maju dan sukses dalam memasarkan produk unggulannya. ” Ujar FER Seraya berharap untuk kedepan juga kelompok seperti ini akan mendapatkan ijin edar dari Balai Besar POM.
Sementara itu Kepala Balai Besar POM Manado Dra. Hariani Apt, saat sambutanya mengatakan bahwa produk tradisional minyak Tawaang ini sudah mendapatkan ijin edar dari Balai Besar Obat dan Makanan (BBPOM). Dan berharap kedepan sekiranya dinas terakait bisa membantu UMKM ini agar supaya bisa membawa produk daerah ini bisa di kenal di daerah luar.
“Kelompok Bahtera ini, menjadi kelompok percontohan yang baik dan sudah memiliki ijin edar dari BPOM. dan setidaknya tidak hanya sampai sini, harus laku di pasaran, serta dapat menjaga mutu bahan baku agar kualitas minyak Tawaang bisa terjaga.” Ujar Hariani seraya berharap pemerintah dapat menjadi pendampingan dalam pemasaran produk ini. (QQ)








