Morut-Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah (DP2KBP3AD) Kabupaten Morowali Utara (Morut) melaksanakan kegiatan pembinaan Forum Anak Daerah. Sebagai upaya peningkatan peran anak dalam pencegahan kekerasan terhadap anak.
Pembinaan ini, bertujuan untuk memperkuat kapasitas Forum Anak Daerah agar mampu menjadi pelopor dan pelapor dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan bebas dari kekerasan terhadap anak di bumi tepo asa aroa tercinta.
Dalam kegiatan tersebut, para anggota Forum Anak Daerah, mendapatkan pembekalan terkait hak-hak anak, bentuk-bentuk kekerasan terhadap anak, serta peran strategis anak dalam menyampaikan aspirasi dan melakukan kampanye perlindungan anak di lingkungannya masing-masing.
DP2KBP3AD Morut juga memberikan pendampingan intensif dalam penyusunan program kerja Forum Anak Daerah, termasuk dokumentasi kegiatan dan laporan yang menjadi salah satu indikator penilaian di tingkat Provinsi Sulteng.
Hasil dari pembinaan itu, kemudian dikirimkan ke Provinsi Sulteng untuk dinilai oleh Dewan Juri pada penilaian Forum Anak Daerah tingkat Provinsi Sulteng.
Proses penilaian dilakukan secara objektif dengan memperhatikan berbagai aspek, antara lain keaktifan forum, inovasi program, peran anak dalam pencegahan kekerasan, serta dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) terhadap keberlangsungan Forum Anak Daerah itu.
“Puji Tuhan, berdasarkan hasil penilaian Dewan Juri tingkat Provinsi Sulteng. Kabupaten Morut, berhasil meraih Juara 1 Forum Anak Daerah tingkat Provinsi Sulteng, ” jelas Kadis DP2KBP3AD Morut, Alno Berniat Sanampe SKM MKes, dalam rilisnya yang masuk ke dapur redaksi, Sabtu (03/01/2026) malam.
Ia menegaskan, bahwa prestasi yang diraih ini merupakan bukti komitmen positif Pemda Morut melalui DP2KBP3AD, dalam mendukung peran serta anak sebagai subjek pembangunan, khususnya bagi upaya pencegahan kekerasan terhadap anak.
“Keberhasilan yang ditorehkan ini, diharapkan bisa menjadi motivasi bagi Forum Anak Daerah Morut, untuk terus berinovasi dan berkontribusi aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan layak bagi tumbuh kembang anak. Sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain di Provinsi Sulteng, ” tegas mantan Kadiskesda Morut itu. (*)








