Kolonodale – Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi mengingatkan agar masuknya investasi berskala besar di sektor pertambangan kiranya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Oleh karena itu, perlu kolaborasi lintas sektor dengan menciptakan dan memanfaatkan peluang usaha yang dapat menguntungkan keluarga dan masyarakat pada umumnya.
Penegasan itu disampaikan Bupati Morut saat membuka pertemuan lengkap PKB/PLKB dan pelatihan kelompok UPPKS Kabupaten Morowali Utara di Hotel Bougenville Kolonodale, Selasa (30/11).
Pertemuan itu turut dihadiri Ketua TP PKK Morut Febriyanthi H DJ Hehi, Kepala Dinas P2KBP3AD Morut Romelius Sapara dan sejumlah undangan lainnya.
- Info Update Agenda DPRD Sulut Hari Ini : Ibadah Rutin Keluarga Besar DPRD Sulut, Hingga Rapat Lanjutan Pembahasan Ranperda Pertanggung Jawaban APBD Dan RDP Bersama Mitra Kerja
- Erupsi Gunung Karangetang Kembali Terjadi, Plt. Bupati Heronimus Makainas Imbau Masyarakat Tetap Waspada
- National Series 2 Kejuaraan Terbuka Panjat Tebing Piala Walikota Manado 2026 Resmi Ditutup
Bupati Delis mengemukakan masuknya investor di industri pertambangan ini selalu ia ungkapkan agar masyarakat bisa menangkap peluang positifnya.
Pertanyaan yang selalu muncul, katanya, apakah semua orang akan terdampak dengan masuknya industri tersebut. Jawabannya tidak. Hanya sebagian kecil masyarakat yang akan terdampak.
“Daerah kita (Morut) kini sangat diminati. Investasi besar masuk. Tapi kalau kita tidak siap, justru akan menimbulkan masalah, seperti bertambahnya angka kemiskinan,” jelasnya.
Menurutnya, salah satu dampak yang sudah terjadi adalah meningkatnya inflasi atau kenaikan harga.
Bupati Delis berharap kiranya pelatihan kelompok UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera) dapat memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya dan bisa menjadi motivator di tengah masyarakat.
Ia memberi contoh mengenai pemanfaatan pekarangan rumah. Ke depannya semua pekarangan rumah akan digunakan secara maksimal agar bisa menambah income keluarga.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah (DP2KBP3AD) saat ini jumlah petugas lapangan PLKB/PKB Morut sebanyak 69 orang yang bertugas membina 125 desa/kelurahan dengan rata-rata 2 desa/kelurahan per 1 orang PKB/PLKB. (*/Johnny)








