Minut Bawa Likupang dan Produk Lokal ke Panggung Nasional APKASI Expo 2026

oleh -366 Dilihat

Minut-Minahasa Utara tak datang ke APKASI Otonomi Expo 2026 sekadar membawa nama daerah. Potensi pariwisata, kekayaan alam hingga produk UMKM dipajang sebagai tawaran nyata untuk membuka akses pasar, investasi dan jejaring ekonomi di tingkat nasional.

Keikutsertaan Minahasa Utara dalam APKASI Otonomi Expo 2026 (AOE 2026) berlangsung pada 27–29 Agustus 2026 di Hall 3 dan 3A, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang.

Melalui stand yang disiapkan, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara memperkenalkan beragam potensi daerah sekaligus mengundang warga Minahasa Utara yang berada di Jakarta dan sekitarnya untuk datang melihat langsung produk serta promosi daerah.

Ajakan tersebut dikemas melalui pesan, “Ayo Torang Warga Minahasa Utara di Jakarta dan Sekitarnya, Kunjungi Stand Minut.”

Materi yang ditampilkan tidak hanya mengandalkan keindahan alam. Minahasa Utara membawa rangkaian potensi yang mencerminkan kekuatan ekonomi daerah, mulai dari destinasi wisata, kawasan pesisir dan pegunungan hingga produk-produk UMKM.

Salah satu magnet utama yang ditonjolkan adalah Likupang, kawasan pariwisata super prioritas yang memiliki kekuatan pada wisata bahari sekaligus peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi kreatif, UMKM dan investasi.

Kehadiran Minahasa Utara menjadi semakin strategis karena AOE 2026 tidak sebatas menjadi ruang promosi. Expo tersebut diarahkan untuk mempertemukan daerah dengan pelaku usaha, investor dan pasar melalui perdagangan, pariwisata, investasi, pengadaan serta business matching.

Ruang tersebut menjadi peluang bagi Minahasa Utara untuk mengubah potensi lokal menjadi peluang ekonomi yang lebih luas.

Produk UMKM yang selama ini berkembang di daerah mendapat kesempatan untuk diperkenalkan kepada pasar di luar Sulawesi Utara. Begitu pula sektor pariwisata yang dapat ditawarkan kepada jejaring usaha dan calon investor yang hadir dalam forum tersebut.

Posisi Minahasa Utara dalam agenda APKASI juga memiliki bobot tersendiri. Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal APKASI periode 2025–2030.

Peran tersebut menempatkan Minahasa Utara dalam posisi yang lebih dekat dengan berbagai agenda strategis pemerintah kabupaten se-Indonesia, termasuk pembahasan mengenai penguatan fiskal daerah, inovasi, investasi dan tata kelola pemerintahan.

Karena itu, partisipasi Minahasa Utara dalam AOE 2026 bukan sekadar memenuhi agenda pameran tahunan.

Ada pesan yang ingin ditegaskan: potensi daerah harus mampu bergerak dari sekadar promosi menjadi kekuatan ekonomi yang menghasilkan transaksi, membuka jaringan pasar dan menarik investasi.

Likupang menjadi wajah pariwisatanya, sementara UMKM menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal yang ditawarkan kepada pasar nasional.

Dari panggung expo di BSD, Minahasa Utara berupaya memperlihatkan bahwa daerah di ujung utara Sulawesi Utara memiliki modal yang cukup untuk bersaing bukan hanya dengan keindahan alam, tetapi juga dengan produk dan peluang ekonomi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. (T3/*)

No More Posts Available.

No more pages to load.