Joune Ganda : LTF Harus Tinggalkan Dampak, Bukan Sekadar Ramai Saat Festival

oleh -1266 Dilihat

Likupang-Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, menegaskan Likupang Tourism Festival (LTF) harus menjadi mesin penggerak pariwisata dan ekonomi daerah, bukan sekadar festival yang meriah selama acara berlangsung.

Pesan itu disampaikan Joune saat membuka Likupang Tourism Festival (LTF) 2026 di Pantai Paal, Likupang, Minahasa Utara, Jumat (21/8/2026).

Menurut Joune, keberadaan LTF merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara untuk memperkuat posisi Likupang sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu menembus pasar internasional.

Di tengah ancaman El Nino yang telah menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah Minahasa Utara, Joune justru melihat Pantai Paal menghadirkan suasana berbeda.

Ia menyebut kehangatan masyarakat dan atmosfer positif yang terasa di lokasi festival menjadi gambaran lain dari kekuatan Likupang sebagai destinasi pariwisata.

“Di tengah-tengah kita menghadapi kondisi El Nino yang cukup panjang, suasana yang ada di sini saya lihat penuh kehangatan dan kebahagiaan,” ujar Joune.

Ia menilai keindahan alam, karakter kawasan pesisir dan keramahan masyarakat merupakan modal besar yang harus terus dijaga agar Likupang semakin kuat sebagai destinasi wisata.

Joune mengatakan, LTF telah menjadi agenda yang secara konsisten dikembangkan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Kementerian Pariwisata.

Bahkan, pelaksanaan LTF sebelumnya pernah dikolaborasikan dengan agenda internasional United Cities and Local Governments (UCLG) ASPAC.

Pengalaman tersebut, kata Joune, menjadi bukti bahwa Likupang memiliki peluang besar untuk dikenal lebih luas, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional.

“Kita ingin Minahasa Utara, Sulawesi Utara, khususnya destinasi pariwisata Likupang, boleh dikenal sampai ke tingkat internasional,” tegasnya.

Menurut Joune, sejumlah kepala daerah dari luar negeri yang pernah berkunjung ke Minahasa Utara masih mengingat pengalaman mereka selama berada di Likupang.

Bagi mereka, pengalaman tersebut bukan hanya soal menikmati panorama pantai. Aktivitas menyusuri laut, kawasan mangrove hingga interaksi dengan masyarakat menjadi bagian dari kesan yang melekat.

“Pengalaman-pengalaman unik, pengalaman-pengalaman yang sangat berkesan mereka dapatkan di Kabupaten Minahasa Utara, khususnya di wilayah Likupang,” katanya.

Karena itu, Joune menilai kekuatan utama Likupang tidak berhenti pada keindahan alam. Keramahan masyarakat menjadi bagian penting dari pengalaman wisata yang dapat mendorong wisatawan untuk kembali.

Namun, ia mengingatkan agar efek LTF tidak berakhir bersamaan dengan berakhirnya festival.

Menurutnya, aktivitas ekonomi, promosi destinasi dan kunjungan wisata harus tetap bergerak setelah panggung dibongkar dan rangkaian kegiatan selesai.

“Jadi bukan hanya selesai pada saat kegiatan acara ini, tetapi terus-menerus kita menjadikan efek domino dari kegiatan Likupang Tourism Festival ini memberikan dampak yang multiplier effect-nya terus-menerus,”ujarnya.

Joune berharap setiap wisatawan yang datang ke Likupang membawa pulang pengalaman positif dan kemudian membagikannya kepada orang lain.

Dengan cara itu, promosi Likupang tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga berkembang melalui pengalaman wisatawan.

“Orang akan selalu ingat Likupang, orang akan selalu datang ke sini, dan orang akan memberikan kesan yang baik,” tegasnya.

Selain mengandalkan panorama alam, LTF 2026 juga diarahkan menjadi panggung untuk memperkenalkan budaya dan kearifan lokal Minahasa Utara.

Joune menilai tradisi, seni dan berbagai potensi lokal harus dikemas menjadi atraksi wisata yang menarik tanpa menghilangkan identitas daerah.

“Kita mengangkat kearifan lokal kita untuk menjadi memori terindah bagi para pengunjung,” ujarnya.

Ia menegaskan, kearifan lokal bukan hanya identitas budaya, tetapi juga aset ekonomi yang harus dikelola secara berkelanjutan.

Karena itu, pengembangan pariwisata harus berjalan beriringan dengan peningkatan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

“Jangan sampai pariwisata hanya membuat destinasi dikenal, tetapi masyarakat di sekitarnya tidak merasakan manfaat”, menjadi semangat yang ditekankan Joune dalam pengembangan sektor tersebut.

Perhatian lain dalam LTF 2026 adalah keterlibatan generasi muda.

Joune menyebut anak-anak muda harus diberikan ruang lebih besar untuk terlibat dalam kegiatan pariwisata. Menurutnya, keterlibatan tersebut dapat menjadi awal lahirnya duta-duta pariwisata baru dari Minahasa Utara.

Kehadiran artis yang dekat dengan segmen anak muda dalam LTF 2026 juga dinilai menjadi bagian dari strategi untuk mempertemukan promosi pariwisata, budaya lokal dan tren generasi masa kini.

“Ini diharapkan bahwa kegiatan ini akan memberikan dampak ekonomi yang baik juga bagi Kabupaten Minahasa Utara,” tuturnya.

Joune menegaskan, Likupang sejatinya telah memiliki modal yang lengkap untuk tumbuh sebagai destinasi unggulan: alam yang indah, budaya yang kuat, masyarakat yang ramah serta dukungan kebijakan pemerintah.

Kini, tantangannya adalah memastikan seluruh potensi tersebut dikelola secara berkelanjutan agar setiap kunjungan wisatawan meninggalkan kesan positif sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan demikian, LTF tidak hanya menjadi pesta pariwisata tahunan, tetapi menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk membawa nama Likupang semakin dikenal hingga ke panggung dunia. (T3)

No More Posts Available.

No more pages to load.