Muktamar Ke-35 NU di Jombang, PWNU Sulut Satu Komando

oleh -1065 Dilihat

Manado-Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, jajaran pengurus dan kader NU Sulawesi Utara (Sulut) diimbau untuk meneguhkan niat berkhidmah serta menjaga marwah organisasi. Muktamar diharapkan menjadi momentum evaluasi dan kesinambungan perjuangan, bukan arena perebutan kepentingan.

Pesan tersebut disampaikan oleh jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulut di hadapan pengurus cabang se-Sulut pada Selasa (25/8/2026) di Manado.

Instruksi Satu Komando dan Solidaritas Wilayah
​Wakil Ketua PWNU Sulut, Dr. Abeng Elong, meminta seluruh pengurus cabang NU di Sulawesi Utara agar tetap berada dalam satu garis komando dan terus berkoordinasi dalam menentukan arah kebijakan organisasi.

“Seluruh pengurus cabang diharapkan memiliki pandangan yang sejalan dengan pengurus wilayah. Jangan melangkah di luar komando. Mari kita bersama-sama bekerja untuk menyukseskan muktamar ini,” tegas Dr. Abeng.

​Senada dengan hal tersebut, Sekretaris PWNU Sulut, Masri Soleman, menekankan pentingnya kebersamaan demi kelancaran program kerja organisasi selama lima tahun ke depan.

“Muktamar ini berlangsung lima tahun sekali, sementara kita berkhidmah di NU sepanjang waktu. Jangan sampai hubungan dan kebersamaan ini tercederai hanya karena keluar dari garis komando,” ujar Masri.

​Kesiapan Delegasi dan Penegasan Marwah Organisasi
​Wakil Ketua PWNU Sulut H. Midun Loho menjelaskan, kontingen Sulawesi Utara yang terdiri dari 15 Pengurus Cabang (PCNU) dan 1 Pengurus Wilayah (PWNU) memiliki hak suara sah dalam forum tertinggi tersebut.

Delegasi Sulut diberangkatkan menuju lokasi muktamar di Jombang dalam dua kloter penerbangan.
Menanggapi dinamika dan isu politik uang menjelang forum, Loho mengajak seluruh pihak untuk meluruskan kembali niat utama berorganisasi.

​Loho menegaskan bahwa posisi Rais Aam maupun Ketua Umum PBNU adalah amanah berat yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. “Mengejar jabatan tanpa kesiapan memikul tanggung jawab khidmah dinilai dapat menodai kesucian muktamar dan cita-cita para pendiri NU.”ucap Midun Loho.

Dinamika Bursa Calon Ketua Umum PBNU
​Muktamar ke-35 NU yang mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa” dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.

​Sejumlah nama kandidat Ketua Umum PBNU mulai menguat dan beberapa di antaranya telah melakukan silaturahmi ke jajaran pengurus wilayah serta cabang di Sulawesi Utara:
KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya)
KH Abdul Ghaffar Rozin
Prof. KH Nasaruddin Umar
KH Muhammad Yusuf Chudlori
KH Abdul Hakim Mahfudz
KH Abdussalam Shohib
KH Zulfa Mustofa
Hery Haryanto Azumi(Mantan Ketua Umum PB PMII)

Dinamika penentuan calon dan syarat dukungan resmi nantinya akan disahkan melalui mekanisme serta tata tertib yang disepakati dalam forum Muktamar ke-35 NU. (nav)

No More Posts Available.

No more pages to load.