Manado – Manado berdoa sebagai wujud keprihatian atas aksi teror penembakan yang menewaskan hingga 50 orang dan melukai sedikitnya 20 orang lainnya di masjid Al Noor di Christchurch, serta korban bencana alam di Lombok dan Sentani Papua.
Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUB) Kota Manado menggelar Malam Doa dan Keprihatinan bagi para korban aksi teror maupun korban bencana alam, di lapangan Sparta Tikala, Senin (18/03/2019) malam
Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA, diwakili Sekretaris Daerah Kota Manado Micler CS Lakat SH MH menyampaikan apresiasi kepada BKSAUB Kota Manado yang menyelenggarakan Malam Doa ini sebagai wujud keprihatinan bagi korban aksi teror di Selandia Baru dan korban bencana alam di Lombok dan Sentani Papua.
Menyampaikan rasa Belasungkawa yang sedalam-dalamnya dari Pemerintah Kota Manado, Bapak Walikota, Bapak Wakil Walikota, bersama seluruh jajaran bagi para korban jiwa aksi teror dan bencana alam.
- Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo Monitoring Progres Rehabilitasi dan Rekonstruksi Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Gorontalo
- Kota Tomohon Raih Penghargaan Nasional, Wali Kota Caroll Senduk Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar untuk Program Rakyat
- Kantah ATR/BPN Morut Hadiri Rapat Teknis Pemeriksaan Formulir UKL-UPL PT Oddell Indonesia
“Ini perwujudan Manado Kota Berdoa, serta Manado Kota Toleran yang saling menopang dan mendoakan bagi sesama kita umat ciptaan Tuhan. Bukan hanya berempati bagi sesama warga Manado namun kita juga berempati bagi sesama anak bangsa dan masyarakat internasional,” terang Micler yang mewakili Walikota Manado.
Hadir dalam kegiatan Malam Doa tersebut, Ketua dan Jajaran Pengurus BKSAUB Kota Manado, Pimpinan Umat Beragama Organisasi Keagamaan, Tokoh Agama, serta warga kota Manado yang juga bersama mendoakan para korban. (Tim)






