Minahasa,-Program Selamatkan Yaki bersama Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menggelar sosialisasi tentang perlindungan satwa liar di Pasar Kawangkoan, Minahasa, pekan lalu. Kamis, (25/07/2024).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, baik pedagang maupun pengunjung pasar, akan pentingnya menjaga satwa liar yang terancam punah.
Dalam acara tersebut, mahasiswa bersama tim Selamatkan Yaki membuka tenda informasi di sekitar pasar. Mereka menyampaikan informasi mengenai satwa liar yang dilindungi, sambil mengajak masyarakat untuk peduli dan bangga tidak berburu, menjual, atau mengonsumsi satwa liar. Tema yang diusung adalah “Bekeng Sulut Bangga,” yang berarti “Buat Sulut Bangga” dengan tidak berburu, menjual, atau memakan satwa liar yang dilindungi.
Sebanyak 10 mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan ini. Mereka tidak hanya melakukan magang, tetapi juga belajar secara praktis tentang satwa liar serta berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan penjangkauan masyarakat yang difasilitasi oleh Program Selamatkan Yaki. Di pasar, mereka membagikan stiker, mengedukasi warga, menjawab pertanyaan, dan berdiskusi di tenda informasi.
- Janji Bupati Ismet 1.000 Sapi Terhambat Dokumen, Rolan Minta Copot Kadis Pertanian.
- Lantik 42 Kepsek SD Dan SMP, Bupati Delis : Kalian Orang Pilihan Dan Terpilih Bagi Pengembangan Mutu Kualitas Pendidikan di Morut
- TIFF 2026 Resmi Ditutup, Caroll Senduk: Festival Harus Beri Dampak Nyata bagi Ekonomi Masyarakat
Koordinator Edukasi Program Selamatkan Yaki Purnama Nainggolan, menyatakan bahwa upaya ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa peduli dan bangga di hati masyarakat terhadap satwa khas Sulawesi yang terancam punah.
“Rasa bangga inilah yang dapat memicu gerakan nyata dan berkelanjutan untuk melindungi keberadaan satwa-satwa tersebut,” ujarnya. (*/T3)






