Ratatotok-Kekacauan di Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara, imbas dari Tambang Ilegal yang merajalela dan terkesan di biarkan oleh aparat, memicu konflik horisontal yang makin memanas sejak semalam.
Resmol Maikel selaku Kepala Litbang GMPK Sulut mengecam kejadian tersebut dan meminta Aparat Penegak Hukum (APH) mengusut tuntas aktor dibalik kejadian tersebut.
“Kami minta juga aparat bisa tegas dan terukur dalam menghadapi para Penambang yang sudah mulai saling serang ini,”tambah Resmol.
Apalagi Asal muasal pemicu kejadian adalah ada tambang ilegal skala besar di lokasi Alason Ratatotok yang dugaan di kuasai oleh Bos Besar yang di kalangan pemain tambang ilegal Sulut di sebut Ko’ Yuho.
Penguasaan lahan dan eksploitasi berlebihan dari Ko’Yuho dan groupnya secara besar dan Ilegal bersama para preman bayaran serta beberapa oknum aparat yang memback up, menyebabkan terjadinya kecemburuan mendalam bagi masyarakat penambang tradisional di areal desa seputar tambang,seperti masyarakat di kampung Basaan dan sekitarnya.
Dikatakan Resmol, tambang ilegal Ratatotok ini bak puncak gunung es,dan akhirnya terjadilah penyerangan dan pembunuhan dan penembakan pada masyarakat lokal dan berakibat satu orang tewas meninggal dunia.
“Kami minta pak Kapolda Sulut dapat menindak dengan tegas dan sesegera mungkin menangkap dan mengamankan Ko’ Yuho yang di duga selaku pemilik tambang ilegal,apalagi di duga sebagai dalang kejadian konflik tersebut,” tandas Resmol. (Midi)














