Gorontalo-Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka monitoring progres pembentukan Kelompok Masyarakat Produsen (KMP) di Desa Dutohe, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Rabu (19/11/25).
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala Desa Dutohe. Dalam pemaparannya, pemerintah desa menjelaskan bahwa koperasi yang menjadi wadah KMP di desa tersebut telah resmi berdiri, lengkap dengan akta pendirian, struktur pengurus, dan seluruh administrasi pendukung lainnya.
Namun demikian, progres operasional KMP masih belum dapat berjalan optimal. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan modal awal, sehingga berbagai rencana usaha yang telah disusun belum bisa direalisasikan.
“Koperasi ini sudah siap secara administrasi. Semua legalitas sudah lengkap. Hanya saja, sampai sekarang kendalanya di modal. Rata-rata KMP memang menghadapi masalah yang sama,” ungkap Kepala Desa Dutohe.
- Dekopinda Minut Peringati HUT Koperasi ke-79, Pemkab Apresiasi Pasar Murah untuk Masyarakat
- Info Update Agenda DPRD Sulut Hari Ini : Ibadah Rutin Keluarga Besar DPRD Sulut, Hingga Rapat Lanjutan Pembahasan Ranperda Pertanggung Jawaban APBD Dan RDP Bersama Mitra Kerja
- Erupsi Gunung Karangetang Kembali Terjadi, Plt. Bupati Heronimus Makainas Imbau Masyarakat Tetap Waspada
Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo mencatat kendala tersebut sebagai salah satu isu strategis yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah. Minimnya modal awal, menurut Komisi II, menjadi faktor penghambat utama bagi KMP untuk dapat tumbuh dan menjadi pendorong ekonomi desa.
Dalam kesempatan itu, Komisi II menyampaikan bahwa mereka akan menindaklanjuti hasil monitoring ini sebagai bahan evaluasi dan dorongan kepada OPD terkait agar dapat memberikan dukungan, baik berupa fasilitasi akses permodalan maupun pembinaan lanjutan.
Kunjungan ditutup dengan harapan bahwa KMP Desa Dutohe dapat segera memperoleh solusi permodalan sehingga koperasi yang telah siap secara administrasi itu bisa mulai bergerak dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. ***








