Bitung-Proyek pembangunan sarana infrastruktur di RSUD Bitung, yakni jalan, talud dan drainase dinilai amburadul oleh komisi 3 DPRD Bitung.
Hal ini terungkap saat komisi 3 melakukan peninjauan lapangan, Senin (23/2/2026). Dalam peninjauan tersebut, kualitas aspal terlihat asal jadi. “Ini aspal baru berapa kendaraan yang lewat sudah terlihat rusak. Padahal baru dibuat. Ini proyek seperti asal jadi,” kata ketua komisi 3, Frangky Julianto, ST.
Tidak hanya itu, drainase serta talud yang dibangun juga dinilai tanpa perencanaan yang matang, karena hasilnya akan berdampak buruk bagi pemukiman warga.
“Kualitas pekerjaan jelas sangat kurang. Talud berpotensi longsor. Drainase juga kurang baik. Termasuk sarana pejalan kaki yang tidak ramah untuk masyarakat yang tidak punya kendaraan,” tegasnya.
Personil komisi 3, Aldo Ratungalo mempertanyakab Dinas PUTR yang datang ke lokasi tanpa membawa data pekerjaan proyek tersebut.
Wakil ketua Komisi 3, Ahmad Syarifudin Illa mengatakan, tinjauan komisi 3 ini bukan untuk mencari-cari kesalahan, tapi sebagai bentuk pengawasan karena ini menggunakan dana APBD.”Kami bukan mencari-kesalahan. Kami memastikan proyek ini sesuai dan dapat bermanfaat bagi masyarakat. “tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kota Bitung, Hasilnya Dumbela mengatakan, proyek tersebut saat ini dalam masa pemeliharaan. “Sekarang masa pemeliharaan selama 8 bulan. Kami akan melakukan perbaikan dan pembenaha serta pembersihan,” kata Dumbela.
Info yang dihimpun, proyek tersebut terdiri dari dua bagian yakni, jalan dan drainase yang totalnya miliaran rupiah dan dikerjakan oleh CV Pentagon dan CV Tiga Putri. Hadir pada tinjauan lapangan tersebut, sejumlah anggota Komisi 3 diantaranya, Hengky Tumangken, ST dan Handri Anugerahang. (hzq)








