Keselamatan Pengguna Jalan Umum Bakal Terancam,LSM Jari Indonesia Kecam Minta Penambang Segera Lakukan Upaya Kongkrit

Ilustrasi (Ist.)

Morut -Perusahaan Tambang yang menggunakan jalan Trans Sulawesi, Poros Kabupaten sebagai jalan Holing Perusahaan Nikel, mengancam keselamatan pengguna jalann angkat suara.

Pasalnya menurut pegiat Masyarakat yang di kenal vokal ini, Andi Samsu Alam menyebutkan beberapa Perusahaan tambang yang bergerak dibidang penambangan biji nikel tersebut, ditengarai menggunakan fasilitas jalan umum sebagai lintasan jalan holing mengangkut material tambang, mengakibatkan kondisi jalan sangat rawan dan sangat berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Akibat dari ulah penambang menggunakan jalan umum tersebut, sepanjang fasilitas jalan umum beraspal dibeberapa titik ruas jalan poros Trans Sulawesi, tampak dipenuhi tanah merah, licin dan sangat membahayakan pengguna jalan.

Ironisnya, kondisi yang ditengarai sudah berlangsung lama, hingga saat ini masih terus berlangsung tanpa adanya upaya pihak perusahaan tambang membuat jalan holing untuk dipergunakan sebagai lintasan khusus angkutan material tanah bahan baku nikel hasil penambangan.

Menyikapi kondisi yang kian takterkendali itu, aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat Jari Indonesia, Andi Samsu Alam, meminta kepada seluruh pihak perusahaan tambang yang menggunakan fasilitas jalan umum sebagai jalan angkutan material tambang, segera melakukan upaya kongkrit guna mengantisipasi dampak negatif yang setiap saat mengintai warga pengguna jalan area tersebut.

“Ulah perusahaan penambang sudah sangat meresahkan pengguna jasa jalan umum. Kita saat ini sebatas mengingatkan sebagai kode keras atas kekhawatiran dan ketidaknyamanan pengguna jasa jalan disepanjang ruas yang difungsikan sebagai jalan angkutan material tambang, “tegasnya Andi.(jumat 17/12/2021)

Selain itu, Andi juga menyeruhkan Pemerintah dan seluruh unsur terkait lainnya, segera melakukan upaya kongkrit guna mengantisipasi pergerakan dampak negatif yang bakal pemicu keresahan horisontal dan massive. (John)

Loading