Kepedulian Gubernur Yulius, Pasien Korban Banjir Bandang Siau Terima Dokumen Kependudukan

Sulut-Dokumen kependudukan 10 pasien korban banjir bandang Siau hasil rujukan yang sementara menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Malalayang Manado menerima KTP elektronik dan Kartu Keluarga, Senin, (12/01/2026).

Hal ini menunjukan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) di bawah komando Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE,bahwa kehadiran negara di tengah masyarakat yang mengalami bencana.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan hak-hak sipil masyarakat tetap terlindungi meski berada dalam situasi darurat.

Di tengah kondisi fisik dan psikologis yang belum sepenuhnya pulih, para korban tidak lagi terbeban dengan urusan administrasi. Di mana adminstrasi kependudukan kerap menjadi hambatan dalam mengakses layanan kesehatan, bantuan sosial, maupun pemulihan pascabencana.

Penyerahan dokumen berlangsung di lingkungan RSUP Prof Kandou Manado sebagai bentuk pelayanan yang mendekat kepada rakyat.

Pemprov Sulut memilih hadir di tempat warga membutuhkan, bukan menunggu warga datang dalam keterbatasan mereka. Pendekatan ini mencerminkan kepemimpinan yang responsif dan berpihak pada kemanusiaan.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK), penanganan bencana dimaknai tidak hanya sebagai penyelamatan dan perawatan medis. Tetapi juga pemulihan menyeluruh atas martabat dan hak-hak dasar warga negara.

“Identitas kependudukan menjadi bagian penting dari perlindungan tersebut. Karena menjadi dasar bagi seluruh akses pelayanan publik. Maka, dokumen kependudukan 10 pasien tersebut kami langsung serahkan,” ujar Kadiscapilduk Sulut Christodharma Sondakh mewakili Gubernur YSK saat penyerahan di RSUP.

Di ruang perawatan RSUP Malalayang, kehadiran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terasa nyata. Negara tidak hanya hadir melalui tenaga kesehatan dan bantuan kemanusiaan, tetapi juga melalui kepastian administrasi yang memberi rasa aman bagi para korban dan keluarganya.

Dalam suasana duka dan perjuangan untuk pulih, kepastian ini menjadi penguat bahwa mereka tidak berjalan sendiri. ***

Loading