Manado – Banjir merupakan pekerjaan rumah yang menjadi prioritas bagi Pemerintah Kota Manado. Selain akibat pendangkalan dan penyempitan sungai, buruknya sistem drainase juga menjadi faktor pemicu terjadinya banjir di kota ini.
Oleh Karena itu untuk membenahi hal tersebut, Walikota Manado Andrei Angouw melakukan pembahasan teknis tentang Drainase bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR),bertempat diruang rapat Walikota, Senin (02/08/2021).
Dalam rapat tersebut, Walikota Andrei menjelaskan, semua Drainase dan bahkan saluran air dari mana dan sampai sejauh mana harus di identifikasi.
“Silahkan identifikasi supaya apa yang sudah kita lakukan di lapangan nantinya bisa di opname untuk mencari penyebabnya,” kata Walikota Andrei.
- Perkuat Kebersamaan Dimomen HUT RI Ke 81, Polres Bitung Gelar Olahraga Bersama Bhayangkari
- Mendengarkan Pidato Presiden Dalam Rangka HUT RI Ke 71, DPRD Bitung 2 Kali Gelar Paripurna Dalam Sehari
- Jalin Kerja Sama Dengan RSUD Bitung, Yayasan Rumah Lukaku Indonesia Lakukan Pemeriksaan Mata Dan Kitanan Gratis
Dikatakan Walikota Andrei, Analisi perlu di lakukan untuk mencari solusi, agar ke depannya persoalan banjir di Kota Manado tidak terjadi.
“Air meluap kejalan disebabkan drainase tersumbat oleh sampah. Revitalisasi anak sungai juga menjadi hal penting untuk antisipasi ancaman banjir.” Ujar Walikota pilihan rakyat Kota Manado ini.
Diketahui, kondisi muara/oulet drainase yang ada di seluruh Kota Manado ikut dibahas lewat Google Map. (JM)








