Manado – Banjir merupakan pekerjaan rumah yang menjadi prioritas bagi Pemerintah Kota Manado. Selain akibat pendangkalan dan penyempitan sungai, buruknya sistem drainase juga menjadi faktor pemicu terjadinya banjir di kota ini.
Oleh Karena itu untuk membenahi hal tersebut, Walikota Manado Andrei Angouw melakukan pembahasan teknis tentang Drainase bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR),bertempat diruang rapat Walikota, Senin (02/08/2021).
Dalam rapat tersebut, Walikota Andrei menjelaskan, semua Drainase dan bahkan saluran air dari mana dan sampai sejauh mana harus di identifikasi.
“Silahkan identifikasi supaya apa yang sudah kita lakukan di lapangan nantinya bisa di opname untuk mencari penyebabnya,” kata Walikota Andrei.
- Diresmikan Presiden Prabowo, Pemkab Minsel Dukung Pengoperasional 1.061 Unit KDKMP
- Bupati Michael Thungari Beri Dukungan dan Apresiasi Serta Motivasi Bagi Ke Empat Siswa Peserta Seleksi Paskibraka Tingkat Provinsi Sulawesi Utara
- Wabup Vasung Hadiri Groundbreaking 10 Gudang Pangan Polri dan Launching Operasional 166 SPPG
Dikatakan Walikota Andrei, Analisi perlu di lakukan untuk mencari solusi, agar ke depannya persoalan banjir di Kota Manado tidak terjadi.
“Air meluap kejalan disebabkan drainase tersumbat oleh sampah. Revitalisasi anak sungai juga menjadi hal penting untuk antisipasi ancaman banjir.” Ujar Walikota pilihan rakyat Kota Manado ini.
Diketahui, kondisi muara/oulet drainase yang ada di seluruh Kota Manado ikut dibahas lewat Google Map. (JM)






