Morut-Rilis data yang dihimpun Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Morowali Utara (Morut), di Puskesmas dan Klinik pada 21 Januari 2026, terkait jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Dan Akut (ISPA), sejak 2023 – Januari 2026 menunjukkan trend peningkatan, khususnya pada Klinik-Klinik di wilayah Kelurahan Kolonodale Kecamatan Petasia dan Desa Bunta Kecamatan Petasia Timur.
Berdasarkan Data tersebut, Plt Kadiskesda Morut, Arif Paskal Pokonda SST MKes, menugaskan Tim Bidang Penanggulangan Penyakit, agar turun lapangan dan melakukan verifikasi, serta melakukan update data setiap hari.
“Hal ini sangat perlu dilakukan, untuk memastikan validnya data ISPA, dan agar kita mengetahui perkembangan kasusnya setiap hari. Hal itu di instruksikannya kepada Kabid Pelayanan Kesehatan, dr Adriyanto MKes, dan Plh Kabid P2, Vindus Galela MKes, ” ujar Arif Paskal Pokonda.
Ia mengatakan, Kegiatan itu dilaksanakan mulai dari Puskesmas Kolonodale, dan saat ini tim berada di Puskesmas Molino, ” kata Arif sapaan akrabnya.
Menyikapi peningkatan kasus ini juga, Dinkesda Morut melalui Kabid Kesmas, Yapen M Katuwu MKes, terus melaksanakan promosi dan edukasi Kesehatan bersama program terkait, melalui akun Kamkes Dinkes Kepada seluruh Puskesmas yang ada di Morut diinstruksikan agar melaksanakan kegiatan promosi kesehatan, dalam upaya menekan semakin meningkatnya kasus ISPA.
“Sangat diharapkan semua pengelola promosi kesehatan yang ada di Puskesmas melaksanakan upaya-upaya promotif dan preventif, baik secara langsung kepada individu, keluarga atau masyarakat lewat pertemuan atau media sosial masing-masing, ” ungkap Arif.
Kasus ISPA di Kabupaten Morut tiga tahun terakhir, menunjukkan trend peningkatan pada bulan Januari – Februari, serta Juli – Agustus. Selain mobilitas masyarakat yang tinggi, pasca libur panjang, ketidak patuhan terhadap penerapan Pola Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS), perubahan musim dan polusi udara, sangat berpotensi meningkatkan dan memperberat kasus ISPA. Oleh karena itu, kata dia, sangat diharapkan kerjasama yang baik antar lintas sektor terkait, serta masyarakat dalam menanggulangi meningkatnya kasus ISPA di Morut.
“Kita telah melewati masa pandemi Covid – 19 yang lebih parah dari kasus ini. Penyebaran kasus ini serupa, karena bisa langsung melalui droplet atau percikan ludah, secara tidak langsung melalui media, seperti meja atau gagang pintu. Masyarakat kita seharusnya sudah bisa mencegah penyebarannya, dan kami juga sangat berhati-hati, dan tidak ingin masyarakat menjadi takut lagi, seperti yang di alami pada masa pandemi, ” tandas Arif.
“Mari kita cegah bersama, melalui penerapan PHBS, serta gunakan masker bila mengalami flu atau bepergian keluar rumah, ” tukas mantan Kapus Tomata itu. (*)









