Joune Ganda, The Rising Star di Pentas Politik Minut

Minut – Tahun 2020, nama Joune Ganda mulai menggema di kancah politik Sulawesi Utara, khususnya Minahasa Utara. Kehadirannya dalam dunia politik diprakarsai oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut, Olly Dondokambey, yang membawa Joune pulang kampung untuk berkompetisi di Pilkada Minut.

“Kita mau kenalkan kalian dengan Joune Ganda, Putera Tonsea yang akan pulang kampung untuk Minut,” kata Olly pada akhir 2019 di depan elite PDI Perjuangan Sulut.

Sebelum 2020, nama Joune Ganda belum diperhitungkan di politik Sulut. Di Minahasa Utara, popularitasnya masih di bawah tokoh-tokoh politik seperti Vonny Panambunan, Jopie Lengkong, Sompie Singal, Berty Kapoyos, Netty Agnes Pantouw, Henry Walukow, Edwin Nelwan, dan Denny Wowiling.

Tahun 2020 menjadi titik awal perjalanan politik Joune Ganda saat ia resmi menjadi Bakal Calon Bupati Minahasa Utara yang diusung PDI Perjuangan bersama wakilnya, Kevin William Lotulung. Setelah mendapat mandat tersebut, Joune segera membangun komunikasi politik internal dan eksternal. Mengejutkan, Joune berhasil membentuk koalisi besar yang terdiri dari PDI Perjuangan, Demokrat, Hanura, Gerindra, PAN, PKB, PSI, dan PPP, meski menghadapi pandemi Covid-19. Joune benar-benar hadir di pentas politik dengan serius.

Sebelum kampanye Pilkada, Joune mendirikan “JG Center,” pusat kegiatan politik yang mampu menampung 10.000 orang, menjadikannya ikon baru di Bumi Tonsea sekaligus alat kampanye yang efektif.

Popularitas politiknya melejit dalam waktu singkat. Joune dan Kevin William Lotulung kemudian menang telak di Pilkada 2020 dengan meraih 69,6% suara, mengalahkan Sompie Singal-Jopie Lengkong dan Shintia Rumumpe-Netty Agnes Pantouw. Kemenangan ini dicapai meskipun banyak pembatasan protokol Covid-19.

Setelah Pilkada 2020, bintang Joune Ganda semakin bersinar dan menjadi perbincangan di banyak forum politik. “Joune Ganda, bintang baru yang mengejutkan dengan kemenangan telak,” kata Denny R. Wowiling saat JG KWL dilantik pada Februari 2021.

Memimpin Minut, Joune mencatat sejumlah prestasi, meski awalnya harus menghadapi situasi sulit dengan kantor Bupati berantakan dan kinerja perangkat daerah tak terkontrol. Dengan kemampuan leadership-nya, Joune melakukan konsolidasi, mengangkat moral dan spirit kerja pemerintahan, serta melakukan inventarisasi aset. Berhasil, tahun 2021 dan seterusnya, Minut mendapat opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK, setelah sebelumnya mendapatkan opini disclaimer.

Hal ini menjadikan Minut bebas dari beberapa sanksi pendanaan pemerintah pusat dan provinsi.

Selama tiga tahun memimpin, Joune Ganda terus mencatat prestasi. Pertumbuhan ekonomi Minut mencapai 5,36% di tahun 2021 dan 5,41% di tahun 2023, bahkan sempat menyentuh 5,5% di tahun 2022.

Kemampuan Joune dalam mengendalikan inflasi mendapat apresiasi dari Presiden Joko Widodo. Di sektor investasi, Joune berhasil menarik investasi sebesar Rp. 2,397,513 triliun pada tahun 2023, melebihi target Provinsi Sulut dan RPJMD Minut.

Joune juga sukses menggelar berbagai acara nasional dan internasional di Minut, termasuk menjadi tuan rumah EBM UCLG ASPAC 2024. Anugerah Adipura diraih tiga tahun berturut-turut (2022-2024), dan penanganan stunting di Minut menjadi yang terbaik di Sulawesi, mendapat pengakuan dari Kementerian Kesehatan.

Menjelang akhir masa jabatannya, Joune Ganda diakui sebagai “The Rising Star” di Sulut. Meski banyak capaian, Joune tetap rendah hati dan mengatakan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk kemajuan Minut. “Kendati banyak capaian, tetapi banyak juga yang harus dikerjakan untuk Minut lebih maju,” ujar Joune. (*)

Loading