Janjikan Keuntungan Dalam Bisnis Nota Ikan, Lian Rugi Ratusan Juta

Bitung, Redaksisulut – Lian Watung, Warga Kelurahan Paceda, Kecamatan Madidir menjadi korban penipuan melalui bisnis jual beli nota ikan.

Hal ini disampaikan Lian bahwa dirinya merasa tertipu oleh RP alias Ref dimana merupakan kerabat suaminya.

“Pada awal bulan Maret saya ditawarkan Ref untuk ikut bergabung dalam bisnis nota ikan dan pada waktu itu, saya diminta untuk ikut dengan membeli nota ikan sebesar Rp 10 juta dengan pengembalian uang Rp 11 juta dalam sepuluh hari”. Kata Lian saat didampingi Kuasa Hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum Missio Justitia, Debie Z Hormati SH. Jumat, (11/9/2020).

Lanjutnya, Lian mengatakan bahwa dirinya telah menyetor uang sesuai nota yang ditunjukkan yakni Rp 10 juta dan dalam sepuluh hari akan dikembalikan Rp 11 juta.

“Untuk setoran awal, berjalan lancar dan belum cukup sepuluh hari, Ref sudah mentransfer sebesar Rp 11 juta ke rekening saya. Beberapa hari kemudian, Ref kembali menawarkan nota ikan seharga Rp 15 juta dengan keutungan Rp 1.500 ribu dan iapun menyanggupinya dan semuanya pada awal berjalan lancar dan pengembalian sesuai waktu yang dijanjikan kendati nominal nota yang ditawarkan jumlahnya terus naik”. Katanya.

Untuk permasalahannya ketika Ref kembali menawarkan nota sebesar Rp. 80 juta pada tanggal 20 April kemudian disusul nota Rp. 54 juta dengan janji keuntungan Rp. 8 juta dan Rp. 9 juta.

“Waktu itu dia mengatakan bahwa pengembalian hanya tiga hari dan dirinya memberikan jaminan jika nota-nota itu aman alias tidak bodong”. Kata Lian.

Tidak hanya sampai disitu, keesokan harinya, pada tanggal 21 April,  Ref kembali menawarkan nota sebesar Rp. 22 juta dengan keuntungan Rp. 9 juta dan berjanji mampu mengembalikan atau mengganti jika terjadi apa-apa.

“Setelah tiga hari, sayapun menanyakan soal uang Rp. 156 juta serta janji keuntungannya, tetapi dia hanya meminta untuk bersabar dengan berbagai alasan. Dimana setiap kali di tagih dia mengatakan bahwa pemegang uang nota sementara sakit kemudian setelah itu beralasan masa pademi covid-19 sehingga pencairan terhambat. Disini saya sudah berusaha untuk menyelesaikan secara kekeluargaan dengan mendatangi rumahnya dengan harapan ada itikat baik untuk menyicil mengembalikan uang. Tapi sampai saat ini niat itu tidak pernah ada”. Jelas Lian.

Sementara itu, Debie Kuasa Hukum Lian pada saat itu menyatakan bahwa pihaknya akan melayangkan somasi ke Ref agar segera mengembalikan uang yang disetor kliennya.

“Somasi adalah langkah awal kami dengan harapan dia masih ada itikat baik untuk mengembalikannya”. Kata Debie.

Ia juga menambahkan bahwa, kalaupun somasi itu tidak diindahkan, pihaknya dengan terpaksa harus menempuh jalur hukum dengan gugatan perdata.

“Kasus nota ikan ini kuat dugaan adalah permainan sindikat, karena ada banyak yang telah menjadi korban dan oknum-oknum yang menjadi pelaku diduga kuat memiliki keterkaitan satu dengan yang lain”. Tambahnya. (*/Wesly)

Related posts