Ini Kata Lurah Wangurer Barat Mengenai Rumah Warga Yang Rusak Akibat Dampak Jalan Tol

Bitung, Redaksisulut – Menanggapi permasalahan salah satu rumah warga di Kelurahan Wangurer Barat, Lingkunan IV, RT 19 yang kena dampak jalan tol yang mengakibatkan kerusakan rumah, Lurah Wangurer Barat, Marvel Tambanaung angkat bicara.

Baca Juga : https://redaksisulut.com/rumah-ibu-janda-nini-rusak-akibat-dampak-jalan-tol-lurah-cuek-camat-madidir-katakan-ini/

Menurutnya pada saat di konfirmasi mengenai kerusakan rumah dari ibu janda Johana Fernie Tangka dirinya tidak konsentrasi dalam menjawab karena sibuk dengan data bantuan jadi hanya membalas dengan singkat.

“Sebenarnya masalah ini sudah dikordinasikan dengan pihak PU pada bulan Januari lalu dan pihak PU menyarankan harus ke Jasa Marga, tetapi sebelum saya ke jasa marga Taro anak dari ibu Johana bertanya dan pada saat itu saya jelaskan petunjuk dari PU dan atas inisiatif Taro dia minta dia saja yang menghubungi pihak jasa marga. Sesudah itu tidak ada lagi komunikasi sampai berita ini disampaikan”. Katanya.

Ia juga mengatakan bahwa pada saat peletakan batu pembangunan ruang kelas SD Erpak yang bersebelahan dengan rumah itu, ia juga menyampaikan kepada pihak jasa marga tentang rumah itu.

“Jadi ini tergantung pada pihak jasa marga dan pada prinsipnya apapun yang menjadi kewenangan kami pasti kami kerjakan dan siap bantu”. Kata Marvel.

Seraya menambahkan bahwa “Untuk hal ini tentu kami turut prihatin dan harus ada tindakan dari pihak jasa marga. Sekedar info sebenarnya dari pihak jasa marga sudah akan memperbaiki tapi ternyata dananya kurang sehingga keluarga komplein dan akhirnya pekerjaan tidak jalan. Untuk saat ini Kelurahan Wangurer Barat sedang berkonsentrasi ke pengukuran tanah untuk sertifikat program PTSL dengan BPN serta sementara jalan sosial distancing karena Covid-19 jadi belum dapat berkoordinasi lebih lanjut”. Tambahnya.

Sementara itu, Taro Rompas anak dari Johana Fernie Tangka pemilik rumah mengakui bahwa memang benar apa yang disampaikan Lurah, tetapi pada saat itu pihak Jasa Marga hanya membawa semen 4 sak.

“Kami keluarga spontan menolak, karena dari pihak jalan tol hanya akan asal plester sedangkan kerusakan sudah parah. Sangat berharap Pemerintah setempat dapat membantu untuk menyampaikan ke pihak jalan tol agar bertanggung jawab. Kerusakan itu sudah berat, jadi harus dibongkar full dan di bangun lagi, karena kalau hanya di plester saya takut nantinya tidak bertahan lama roboh dan yang korban kami yang ada di dalam rumah”. Kata Taro. (Wesly)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *