Gorontalo-Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili, menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 yang digelar di halaman Rumah Jabatan Gubernur, Minggu, (17/08/2025).
Dalam suasana yang penuh khidmat, Thomas mendapat kehormatan untuk membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan RI di hadapan para peserta upacara. Momen tersebut, menurutnya, bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi atas perjalanan panjang bangsa yang harus dijadikan momentum kebangkitan daerah.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara berjalan sempurna, tanpa hambatan. Ini patut kita syukuri bersama. Semoga peringatan HUT Proklamasi ke-80 ini menjadi titik awal kebangkitan Gorontalo ke depan,” Ungkap Thomas usai upacara.
Baca :RPJMD Bone Bolango 2025–2029 Disetujui DPRD, Siap Dikirim ke Gubernur Gorontalo untuk Evaluasi
- Sinergi dan Kesiagaan Penuh, PLN Sukses Amankan Sistem Kelistrikan HUT Tiga Instansi di Tolitoli
- DPRD Sulut Apresiasi Langkah Tegas Polda Awasi BBM Subsidi, Pengawasan Lapangan Diperketat
- Pondasi Iman dan Kebersamaan, PLN UID Suluttenggo Dukung Penuh Kegiatan Keagamaan Hapsa P/KB Sinode GMIM Tahun 2026
Thomas juga menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Gorontalo, yang menurutnya sedang memasuki fase penting dalam pembangunan, khususnya di sektor ekonomi dan sumber daya alam.
Ia menyoroti bahwa berbagai potensi, termasuk sektor pertambangan, akan mulai berproduksi dalam waktu dekat sebuah peluang yang harus dimanfaatkan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Harapan saya, momen 17 Agustus ini menjadi titik start awal bagi Gorontalo untuk melaju lebih kencang. Banyak potensi yang akan digarap, dan tambang-tambang sudah siap produksi tahun depan. Saatnya Gorontalo bangkit,” Ujarnya.
Mengakhiri pernyataannya, Thomas Mopili menyerukan semangat persatuan dan kerja bersama untuk membawa Provinsi Gorontalo menuju masa depan yang lebih gemilang.
“Selamat Hari Kemerdekaan ke-80! Dirgahayu Republik Indonesia! Mari kita jadikan momen ini sebagai awal langkah besar bagi Gorontalo,” Pungkasnya. (*MR)








