Sulut-Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara melalui Pokja Kependudukan menggelar Seminar Kependudukan Menuju Indonesia Emas Tahun 2045, bertempat di Hotel Sintesa Peninsula Manado, Selasa (31/10/2023).
Seminar ini bertujuan agar makin meningkatnya peran dan partisipasi lintas sektor dalam pengelolaan program kependudukan.
Dalam kegiatan tersebut diungkapkan terkait bonus demografi. Hal ini merupakan kondisi kependudukan yang seyogyanya memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi karena pada periode tersebut jumlah dan proporsi penduduk usia produktif lebih besar dibanding periode lain.
Biasanya, rasio ketergantungan menurun (akibat pengurangan usia muda), untuk kemudian meningkat (karena peningkatan lanjut usia).
- Dukung Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah, Kantah ATR/BPN Morut Hadiri Konsultasi Publik Pengadaan Tanah Proyek Pelebaran Jalan Korololama-Kolonodale-Yos Sudarso
- Kantah ATR/BPN Morut Hadiri PS Atas Objek Tanah, Yang Sedang Dalam Proses Sengketa
- Peduli Lingkungan Sekaligus Dekat dengan Pelanggan, PLN UP3 Tolitoli Gelar Aksi Eco-Enzyme dan Showcase Pemasaran
Kondisi ketika suatu negara mempunyai jumlah penduduk muda yang besar, yang kemudian masuk ke usia kerja bisa berdampak positif maupun negatif.
Hal yang perlu dilakukan diantaranya terkait:
Health (Penyediaan sarana kesehatan yang sesuai standar).
Employment (Pengelolaan tenaga kerja, baik mengembangan skill maupun penyediaan lapangan kerja).
Education (peningkatan sistem dan kebijakan pendidikan).
Government (peran pemerintah dalam menyiapkan daya saing generasi muda).
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut Ir Diano Tino Tandaju MErg, dalam pemaparannya mengungkapkan pentingnya pembangunan mental masyarakat, karena menjadi kunci meningkatkan kualitas kependudukan.
“Orang tua wajib mewaspadai perubahan perilaku pada remaja yang menjadi tanda-tanda awal terjadinya masalah mental. Masalah gangguan mental dan emosi pada remaja berpengaruh pada maraknya kejadian narkotika atau napza hingga pada kehamilan pada usia remaja,” ujar Tandaju.
Tandaju menambahkan, saat ini terdapat isu penting dalam pengelolaan Program Bangga Kencana yang memerlukan akselerasi, partisipasi dan peran serta seluruh mitra kerja, yaitu TFR yang perlu dipertahankan, ASFR 15-19 Tahun yang perlu diturunkan, dan risiko stunting yang lebih tinggi pada kehamilan dan kelahiran diusia remaja.
Sementara itu, Turro Wongkaren PhD selaku narasumber menjelaskan jika Sulawesi Utara masih dalam periode Bonus Demografi. “Untuk bisa memanfaatkan bonus tersebut diperlukan beberapa upaya yang berkaitan dengan kesehatan dasar, pendidikan, ketatalaksanaan dan ketenagakerjaan,” pungkasnya.
Adapun kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris dan Ketua Pokja Kependudukan BKKBN Sulut, Turro Wongkaren PhD sebagai narasumber, serta Dr Tri Oldi Rotinsulu sebagai moderator acara. Sementara yang menjadi peserta kegiatan kepala Dinas/Badan Daerah Provinsi Sulut.
Hadir juga rektor maupun direktur atau lembaga pendidikan tinggi negeri dan swasta, para mitra kerja, organisasi kepemudaan, organisasi profesi, mahasiswa, pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut, serta PKB/PLKB se Provinsi Sulawesi Utara yang hadir lewat daring, dan pengelola program kependudukan OPD-KB se Provinsi Sulut yang juga lewat daring. (*)






