Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku tak segan-segan membersihkan mafia di tubuh perusahaan plat merah.
Dia tak ingin lagi ada penumpang gelap dalam proyek yang sedang digarap perusahaan BUMN.
“Kami tidak akan toleransi proyek-proyek yang berdasarkan (pesanan) oknum atau mafia, kita sikat,” ujar Erick di Jakarta, Selasa (28/1/2020).
Erick menginginkan pekerjaan yang tengah digarap perusahaan BUMN sesuai inti bisnisnya. Dia ingin perusahaan-perusahaan tersebut fokus mengembangkan bisnis yang memang menjadi keahliannya.
- 1 Tidak Lolos Bekas, 10 Calon Direksi Perumda di Bitung Akan Lanjut Tes Psikologi, Tertulis Dan Wawancara
- Dihadiri Honandar, Kodam XIII Merdeka Gelar Upacara Penyambutan Satgas Yonif 712/Wiratama, Purna Tugas Operasi Pamtas RI-PNG 2026
- Evaluasi Penggunaan APBD 2025, Banggar DPRD Bitung Dan TAPD Sepakat Prioritas Tingkatkan Pendapatan
Ia tak ingin BUMN mengerjakan proyek-proyek yang tidak jelas secara ekonomi maupun dari segi bisnis.
“Kita mau, kita punya core bisnis dan mesti expert di bisnis itu. Kalau bisa jadi pemain yang tangguh, bukan follower,” kata Erick.
Selain itu, Erick juga tak mau perusahaan BUMN memonopoli proyek-proyek yang ada di dalam negeri.
“Kami enggak mau bisnis BUMN ini palu gada, Kalau lu mau, gue ada. Enggak gitu,” ucap dia.
Sebelumnya Erick Thohir menyebut banyak pihak yang ingin dirinya dicopot dari jabatan menteri. Atas dasar itu, dia ingin secara sungguh-sungguh membenahi perusahaan-perusahaan pelat merah yang saat ini masih bermasalah.
Sebab, ia tak ingin mewarisi kebobrokan kepada Menteri BUMN selanjutnya.
“Kalau habis restrukturisasi operasionalnya harus benar. Nanti ada problem lima tahun lagi di menteri selanjutnya, atau mungkin saja saya cuma setahun. Yang mau goyang saya kan banyak,” ujar Erick di Kementerian BUMN, Jakarta, dilansir dari kompas.com, Selasa (28/1/2020).
Atas dasar itu, Erick mengatakan dirinya mempunyai target-target untuk masing-masing perusahaan BUMN. (Red)






