oleh

Ekspansi Tambang Pinasungkulan, Julius Emor Ingatkan Pemkot Bitung Berkaca Dari Permasalahan Dirinya

Bitung, Redaksisulut – Rencana relokasi salah satu Wilayah Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu oleh anak perusahan PT Archi Indonesia Tbk, yakni PT Meares Soputan Mining dan PT Tambang Tondano Nusajaya (PT MSM/TTN) terus bergulir. Kamis, (25/11/2021).

Pasalnya dari relokasi yang hanya dilakukan di salah satu wilayah yakni Jaga II Kelurahan Pinasungkulan ini bakal memberikan dampak besar terhadap keseimbangan lingkungan hidup yang tak lepas dari kehidupan manusia dan hal itu meliputi perubahan fungsi berbagai komponen yang mempengaruhi putusnya mata rantai dalam suatu ekosistem.

Tak hanya itu, adapun faktor-faktor yang mempengaruhi dalam rencana relokasi ini selain terjadinya perubahan, ini juga berdampak pada faktor geografis, faktor Sosial Budaya, Ekonomi serta berdampak pada hubungan timbal balik manusia dan ini berpotensi besar pada dampak lingkungan abiotik, biotik.

Adapun salah satu Warga Julius Emor yang memiliki lahan pertanian di Kelurahan Pinasungkulan dimana dirinya menyampaikan bahwa jika PT MSM/TTN telah membodohi dirinya dengan tidak adanya kepastian ganti untung atas lahan dan 80 pohon kelapa serta sejumlah pohon yang telah digusur oleh perusahaan.

“Sudah sejak tahun 2018 perkebunan saya telah digusur oleh perusahaan dan sempat perusahaan telah berjanji untuk menindaklanjuti akan laporan saya mengenai tuntutan ganti untung, namun hingga saat ini masih belum ada titik terang dari perusahaan dan malahan pihak perusahaan menyarankan untuk menyurat ke BPN”. Kata Emor dengan nada tinggi kepada sejumlah Wartawan pekan lalu.

Tak hanya itu, dirinya juga mengingatkan bahwa, berkaca dari permasalahan yang dialaminya, sekiranya Pemerintah Kota Bitung jangan sampai di “Bodohi” oleh pihak Perusahaan yang pada ujung-ujungnya akan dibenturkan dengan warga hanya karena kepentingan PT MSM/TTN.

“Saya adalah salah satu orang yang ditipu oleh pihak perusahaan, jadi apapun yang dilakukan perusahaan saya tidak percaya! Karena tanah yang saat ini saya kuasai adalah warisan dari orang tua saya dan itu telah diakui oleh Negara melalui diterbitkan sertifikat dan kalaupun ada itikad baik setidaknya kembalikan saja seperti semula walaupun tidak ada ganti untung. Jangan menggantungkan permasalahan ini hingga bertahun-tahun tanpa ada kepastian”. Katanya seraya menunjukkan softcopy sertifikat.

Sementara itu, Superintendent Public Relation External Relation PT MSM/TTN, Hery Inyo Rumondor membenarkan permasalahan yang di alam oleh Julius Emor.

“Untuk tanaman yang di claim oleh Julius berada di lahan yang sudah di bebaskan, ex tanah Golioth dan untuk pohon kelapanya betul seperti yang ditudingkan beliau, namun sekali lahan tersebut sudah kami bebaskan (PT MSM/TTN.red)”. Kata Inyo. (Wesly)