Manado-Akses layanan keuangan digital semakin luas, tetapi masih banyak anak muda yang belum memahami cara pengolaan keuangan dengan baik.
Menyikapi hal ini, PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) menggelar sosialisasi edukasi literasi keuangan di Universitas Sam Ratulangi Manado untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan menejemen keuangan, manfaat dan resiko pinjaman daring (Pindar), serta perbedaan antara platfrom pindar dan pinjaman online (Pinjol).
Head of Corporate Affairs EasyCash,Wildan Kesuma mengatakan generasi muda perlu mengetahui cara mengelola keuangan sejak dini.
“Agar dapat mengambil keputusan keuangan yang tepat sebagai platfrom pinjaman dari yang berizin dan di awasi otoritas jasa keuangan, Easycash berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, kami ingin memastikan bahwa akses ke layanan keuangan digital juga diimbangi dengan pemahaman yang benar dalam penggunaannya,” tuturnya.
Manado menjadi kota pertama dalam rangkaian progam literasi keuangan Easycash di tahun 2025 karena tingkat pemahaman masyarakat terhadap resiko keuangan perlu terus di tingkatkan. Berdasarkan data otoritas jasa keuangan (OJK), tingkat literasi keungan di Sulawesi Utara masih berada di angka 50,13 persen , sementara tingkat inklusi keuangan telah mencapai 86,24 persen. ketimpangan ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang menggunankan produk keuangan tanpa pemahaman yang cukup.
Beberapa tips menejemen keuangan yang di sampaikan adalah mahasiswa perlu membiasakan untuk mencatat jumlah pemasukan dan pengeluaran tetap untuk mengetahui kapasitas keuangan bulanannya. “Selain itu, mahasiswa disarankan untuk menerapkan prinsip 40:30:20:10 untuk menjaga pengeluaran bulannya. Komposisi 40 persen di alokasikan untuk biaya dan gaya hidup. Selebihnya maksimal 30 persen untuk pembayaran cicilan, 20 persen untuk perlindungan masa depan (dana darurat, tabungan, asuransi, BPJS) serta 10 persen untuk sumbangan , sedekah dan lain-lain,” ujar Wildan. (***)









