Bonbol-Masalah stunting harus menjadi perhatian bersama, karena berdampak bagi generasi bangsa ke depan. Selain itu, dampak stunting akan berpengaruh terhadap cara berpikir dan menghambat kinerja pembangunan, terutama yang menyangkut pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan ketimpangan kondisi sosial masyarakat.
Hal itu di katakan Anggota DPRD Bone Bolango Karman Ruchban, pada media ini Sabtu (06/04/2024).
Karman menekankan bahwa stunting harus ditangani secara menyeluruh, dengan harapan dapat terus menurunkan angka kejadian stunting. Stunting dapat menyebabkan tinggi badan anak tidak sesuai dengan standar normal, sehingga penanganan yang komprehensif sangat diperlukan.
“Ini merupakan tanggung jawab bersama lintas sektor semua pihak yang terlibat,baik secara langsung maupun tidak langsung, perlu bersinergi untuk terus menekan angka stunting,” ungkapnya.
- Supardi : Kantah ATR/BPN Morut Pastikan Hadirkan Pelayanan Pertanahan Berkeadilan
- Gubernur Yulius Koordinasi Bersama Menaker, Dorong Revitalisasi BLK dan Perluasan Pelatihan Kerja
- BPKP Sulteng Serahkan LHEPP Pemda Morut TA 2026, Bupati Delis : Hasil Evaluasi Berikan Sejumlah Masukan Penting Untuk Perbaikan
Oleh karena itu, Karman Ruchban meminta Pemerintah kabupaten Bone Bolango melalui Dinas kesehatan untuk lebih inovatif dalam menurunkan dan menekan angka stunting ini.
“DPRD akan selalu mendukung upaya yang dilakukan Pemkab Bone Bolango, dalam menekan angka stunting, dengan berbagai program dan kegiatan yang dilakukan.” Ujar Karman.
Diketahui, berdasarkan data akhir tahun 2023 di Bone Bolango, jumlah anak stunted berada di angka 1.087 dan anak stunting sebanyak 10 orang. Data ini mengalami kenaikan yang diakibatkan oleh kelengahan pendampingan pada ibu hamil dan calon pengantin usia subur. (Arr)








