Ketua KTNA Gandeng Lapas Amurang Lewat Program Pemberdayaan Warga Binaan

Minsel- Sektor pertanian mendapat perhatian besar dari kementrian pertanian (Kementan). Salah satunya sektor produksi jagung, sebab peranannya sangat penting dalam mendongkrak pemulihan ekonomi nasional.

Hal ini kemudian direspon pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Amurang, melalui sektor pertanian lewat program pemberdayaan yang melibatkan para warga binaan didalamnya.

Menurut Kepala Lapas (Kalapas) Kelas III Amurang Fentje Mamirhi, kurang lebih satu hektar lahan milik masyarakat di Desa Teep Trans, Kecamatan Amurang Barat, Kabupaten Minahasa Selatan digarap 10 asimilasi warga binaan Lapas Amurang.

“Mulai dari penanaman, pemupukan, hingga panen, sudah mereka kerjakan sejak Oktober 2021 lalu, dan hari ini sudah panen raya bersama petani lainnya di Minsel,” ujar Mamirahi.

Warga binaan yang dipekerjakan kata Mamirahi sudah sesuai dengan undang-undang pemasyarakatan, dan hasil produksi jagung yang digarap dalam satu hektar sebanyak empat ton jagung. Mamirahi berharap pada Pemerintah Kabupaten Minsel, kedepannya bisa membantu pihaknya dalam menyediakan lahan untuk digarap para warga binaan.

Hal tersebut kata Mamirahi disamping membantu pemerintah memompa produksi jagung di Minsel tentunya warga binaan ketika bebas, mampu menjadi ‘motor’ di tengah-tengah masyarakat.

“Mudah-mudahan saja ada kabar baik (pemberian lahan) dari Pemkab Minsel,” harap Mamirahi.

Diwaktu dan tempat bersamaan, Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) ATR/BPN Minsel Deany Keintjem yang datang memberikan beberapa caping pada petani binaannya. Secara spontanitas mendengar keluhan kalapas Amurang dan ikut memberikan solusi.

Menurut Keintjem yang juga selaku Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Minsel, bahwa para petani di Desa Teep Trans dan sebagian besar petani di 17 kecamatan se-Minsel adalah binaannya.

“Kami hadir dalam program panen raya ini, berkaitan dengan satu dari tiga program prioritas Kantah ATR/BPN Minsel dalam bidang pemberdayaan masyarakat,” kata Keintjem.

Keintjem yang juga selain Kakan BPN Minsel dan Ketua KTNA Minsel dirinya juga yang menjabat sebagai Ketua Umum Forum Komunikasi Corporate Sosial Responsibility (FK. CSR) Sulut ini, menambahkan bahwa apa saja yang menjadi prioritas untuk mendukung program Lapas Amurang, akan dibantu dalam bersama-sama mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional di masa pandemi.

“Program pemberdayaan dari Lapas Amurang sangat sinkron dengan program kami tentang pemberdayaan petani,” terangnya.

Maka dari pertemuan ini, tentu pihaknya akan berupaya menghadirkan korporasi dalam membantu apa saja yang menjadi kebutuhan dan keluhan pihak lapas. Baik bibit, pupuk serta akan mengupayakan lahan biar bisa dikelola oleh lapas sendiri.

“Jadi tanpa perlu meminjam lahan warga lagi,” pungkas Keintjem.

Adapun para warga binaan Lapas Kelas III Amurang sudah beberapa tahun belakangan ini terus diberikan penyuluhan terkait pertanian, dan berbagai keterampilan positif lainnya. Tujuannya, bagaimana saat para warga binaan bebas, mereka mampu memberikan hal-hal positif di lingkungannya.

Sementara solusi yang diberikan Kantah ATR/BPN Minsel dalam sekor pertanian, sudah menjadi satu dari tiga program unggulan Kantah ATR/BPN Minsel. (*/QQ)

Related posts