Diusung 5 Partai Koalisi, Pasangan DIA Mendaftar di KPU Morut

MORUT – Keseriusan Dr. dr Delis Julkarson Hehi. MARS dan H. Djira K, Spd. Mpd maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Morowali Utara (Morut) pada 9 Desember akhir tahun nanti tak perlu diragukan lagi. Sabtu (5/9) lalu, pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati (wabup) itu secara resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

Langkah paslon yang familiar dikenal dengan tagline “DIA” itu bukan tanpa dasar. Secara administrasi, keduanya telah berhasil meraih syarat dukungan kursi “gendut” dari beberapa gabungan partai politik (parpol) di parlemen. Tak canggung, keduanya bahkan diusung oleh parpol raksasa sekelas Golkar, Nasdem, PKB, Hanura dan PBB.

Di hari pendaftaran itu, panitia dari internal Tim Pemenangan (TP) DIA juga merangkaiakan sejumlah kegiatan. Yakni konferensi pers dan deklarasi secara offline maupun online di Gedung Morokoa. Antusias pendukung, simpatisan dan jajaran TP “menyemut”. Meski begitu, prosedur protokol kesehatan menjadi fokus penerapan panitia kepada seluruh undangan.

Mereka yang hadir diantaranya, ketua TP DIA Idam Ibrahim, wakil ketua TP Waris Kandori serta jajaran tim lainnya. Lalu para pimpinan dan fungsionaris parpol pengusung, para pendukung serta sejumlah tokoh masyarakat.

Sebagai paslon yang mendominasi raihan rekomendasi parpol pengusung, DIA tentunya tak mau kalah langkah dengan sang rival. Berbagai strategi politik pemenangan telah diramuh bersama parpol pengusung yang tergabung dalam TP.

Selain menang, menciptakan Pilkada damai, bermartabat, cerdas serta meluruskan sistem demokrasi Morut adalah tujuan prioritas DIA. Mereka meyakini, langkah demokratis jujur akan menjadi fondasi kemenangan. Mereka juga mempunyai strategi jitu yang dipercaya akan berbuah kemenangan.

Apa itu? Mereka merahasiakannya. DIA menjelaskan, setiap strategi harus dikemas rapi serta tidak untuk dibeberkan agar tak tercium pihak lawan. Meski demikian, DIA juga meyakini paslon lain memiliki strategi terbaik mereka dalam kompetisi perebutan singgasana Bupati kabupaten pecahan Morowali itu.

“Kita bekerja saja dengan baik dan jujur. Urusan menang atau kalah itu tergantung keputusan masyarakat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. Yang terpenting kita berjuang, berdoa dan terus bekerja keras. Saya meyakini masyarakat sudah cerdas dan dewasa menentukan pilihan kepada calon pemimpin terbaik Morut lima tahun kedepan,” pungkasnya. (*)

Related posts