Tomohon-Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tomohon menegaskan bahwa kepatuhan pelanggan dalam membayar tagihan air menjadi kunci utama keberlangsungan layanan.
Direktur Utama PDAM Tomohon, Adrian Ngenget, menyampaikan bahwa dana dari pembayaran pelanggan bukan sekadar biaya, melainkan sumber untuk menjaga roda operasional tetap berjalan.
Menurutnya, kebutuhan anggaran yang ditopang dari iuran pelanggan sangat beragam, mulai dari pengolahan air dengan bahan kimia penjernih, perawatan fasilitas, hingga pembaruan peralatan yang sudah usang. “Air yang disalurkan ke rumah warga rutin diuji kualitasnya di Laboratorium Kesehatan Manado setiap empat bulan sekali, agar tetap aman dan layak konsumsi,” jelas Adrian.
- Mandek Urus Administrasi 1.000 Sapi, HMI Desak Bupati Bone Bolango Copot Kadis Pertanian
- Lantik 42 Kepsek SD Dan SMP, Bupati Delis : Kalian Orang Pilihan Dan Terpilih Bagi Pengembangan Mutu Kualitas Pendidikan di Morut
- TIFF 2026 Resmi Ditutup, Caroll Senduk: Festival Harus Beri Dampak Nyata bagi Ekonomi Masyarakat
Ia juga menekankan pentingnya pemeliharaan sumber air. Pembersihan bronkap dari kotoran, ranting, dan material longsoran harus dilakukan secara berkala agar aliran tetap lancar. Begitu pula dengan perbaikan pipa transmisi dan distribusi yang mengalami kebocoran, serta perawatan reservoir yang retak atau kotor. Mesin pompa yang aus karena pemakaian juga menjadi perhatian khusus untuk segera diperbaiki atau diganti.
Selain faktor teknis, Adrian menyoroti besarnya biaya listrik yang harus ditanggung perusahaan setiap bulan. Tak hanya itu, ada pula kebutuhan lain seperti penggantian aksesori jaringan air, perawatan kendaraan operasional, inventaris kantor, hingga pembayaran gaji dan BPJS pegawai.
Adrian berharap masyarakat semakin memahami bahwa setiap rupiah yang dibayarkan memiliki peran vital. “Bayar tagihan bukan hanya soal kewajiban, tapi juga bentuk dukungan agar PDAM bisa terus memberi pelayanan yang sehat, aman, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*Bert)








