Foto Ilustrasi lokasi Jety Tambang
Morut-Entah kenapa Perusahaan Tambang PT Galesong Alam Mineral (GAM) melarikan diri dari Lokasi IUP PT NR Steel di Desa Peboa Kecamatan Petasia Timur Kabupaten Morut.
PT GAM sempat melakukan aktifitas sekitar 3 bulan dan 2 kali pengapalan Ore Nikel namun bermasalah.
Kini managemen PT GAM meninggalkan masalah yakni pembayaran CSR dan hak-hak karyawan yang diduga belum terselesaikan.
Kepala Desa Peboa Julison Pauraga pada media ini, Sabtu (1/10) mengatakan di Desa Peboa hanya ada dua Perusahaan Tambang yang pernah beroperasi namun sekarang ini pada berhenti yakni PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama (Bumanik).dan PT NR Steel.
Keduanya sempat melakukan aktifitas melalui JO masing-masing Perusahaan.
PT Galesong Alam Mineral (GAM) yang menggarap Nikel di IUP PT NR Steel sudah berhenti sejak tiga Minggu lalu yakni tepatnya pada Medio September 2022.
Sekitar Sabtu tengah malam PT GAM meninggalkan lokasi Tambang tanpa adanya Pemberitahuan ke Pemerintah Desa dan warga setempat.
”Sekitar Sabtu tengah malam PT GAM meninggalkan lokasi Tambang dan tidak diketahui keberadaanya,”ujar Kades.
Kades Peboa mengaku ada kewajiban Perusahaan tidak diselesaikan pada warga yakni CSR dan kewajiban lainnya. Akibatnya Kades sering kali didatangi warganya untuk mempertanyakan CSR itu.
Namun Kades tidak bisa memberi jawaban pasti sebab Managemen Perusahaan tidak diketaui keberadaannya. Kades menyebut kalau diduga ada Aparat yang ikut main tambang di dalam PT GAM.
Bahkan tidak main-main keberadaan mereka sering kali disebut-sebut anak Jenderal Polisi.
Pada saat ada komplain warga karena aktifitas mengganggu keberadaan Warga, Kades sempat diingatkan bahwa yang menambang disitu adalah oknum Polisi.
Kemudian kata Kades Ori Nikel yang sempat di kapalkan dua tongkang bermasalah. Satu tongkang ditangkap TNI AL dan satunya lagi tidak bergerak diatas Tongkang dan belum meninggalkan Jety. (*/John)









