oleh

Dalam Pemeriksaan Tim Saber Pungli, Lurah Aertembaga Satu Sebut Nama Camat Olien

Bitung, Redaksisulut – Menindaklanjuti adanya laporan masyarakat terkait surat edaran yang diduga melakukan Pungutan Liar (Pungli) ke masyarakat dan perusahaan-perusahaan oleh Lurah Aertembaga Satu, Yulita Renti, Tim Saber Pungli kunjungi Kantor Kelurahan Aertembaga Satu. Rabu, (3/8/2022).

Dalam kunjungan, Tim Saber Pungli dipimpin Kasim Amuntu dari Inspektorat dan didampingi Sekretaris Saber Pungli, Rahmadan Sutrisno, Irban IV Inspektorat, Jofran Sambode dan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Bitung, Suhenrdo Kusuma.

Dalam interogasi, selain pertanyaan adanya laporan pungli terhadap masyarakat dan perusahaan-perusahaan di daerah tersebut, tim Saber Pungli dibuat kaget oleh jawaban Lurah dimana menurut pengakuan Lurah, jika dia bersama Lurah Lurah di Wilayah Kecamatan Aertembaga juga dimintakan uang sebesar Rp. 500,000,- (Lima ratus ribu rupiah) oleh Camat Aertembaga Olien Tempo untuk menyambut dan memeriahkan HUT RI tahun 2022 ini.

“Selain mengajukan permohonan dana ke perusahaan, kami Lurah-lurah juga dimintakan partisipasi sebesar Rp. 500.000,- oleh Camat untuk kegiatan kecamatan dan itu diambil dari uang pribadi”. Ungkap Yulita.

Menanggapi hal ini, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Bitung, Suhendro Kusuma bersama tim saber pungli nampak kaget.

“Waduh urusannya malah bisa jadi semakin panjang kalau seperti ini”. Ucap Suhendro.

Sementara itu, Camat Aertembaga Olien Tempo saat dikonfirmasi terkait pernyataan Lurah Yulita dengan permintaan uang partisipasi sebesar Rp. 500.000,- tersebut dirinya membantah dan mengatakan jika tuduhan itu tidak benar.

“Ini tidak benar. Boleh tanya lurah-lurah lain, mungkin yang lurah Aertembaga Satu maksud untuk arahan pemasangan baliho kunjungan kerja Presiden RI. Itu pun satu baliho diarahkan untuk dua kelurahan dan tidak ada meminta atau mengumpulkan uang sebesar Rp. 500.000,- untuk pemasangan baliho. Hanya mengarahkan memasang baliho kunjungan kerja Presiden dan tidak untuk pengumpulan uang seperti yang dituduhkan”. Tegas Olien, Kamis (4/8/2022).

Dirinya juga menyampaikan bahwa hal ini sudah saya laporkan ke pihak aparat penegak Hukum atas pencemaran nama baik.

“Hal ini sudah saya laporkan ke Polres dan ada berita laporan pencemaran nama baik, karena ini sempat dimuat oleh oknum di media sosial FB. Laporan ini sementara berproses di Polres. Karena sebagai Camat dituduh melakukan pemungutan sebesar Rp. 500.000,- pada Lurah dan itu sekali lagi saya tegaskan tidak benar”. Katanya.

Lanjutnya bahwa terkait dengan masalah surat yang dibuat Lurah Aertembaga Satu untuk melakukan pungutan dalam rangka memeriahkan HUT RI yang telah ditangani Tim Saber Pungli Kota Bitung. Menuru dirinya
selaku Camat Aertembaga tidak pernah mengarahkan atau memerintahkan Lurah Aertembaga Satu atau Lurah Se-Kecamatan Aertembaga untuk melakukan pungutan liar dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan atau alasan kegiatan apapun.

“Untuk kegiatan di Kelurahan Aertembaga Satu, tidak pernah ada koordinasi dengan kecamatan baik Sekcam maupun camat. Itu atas inisiatif lurah sendiri. Saya pun baru tau kalau Kelurahan Aertembaga akan melaksanakan Kegiatan HUT”. Ungkap Olien. (Wesly)