Inzert : Kaban BPBD Kep. Sangihe Wandu Labesi S.Sos
TAHUNA – Fenomena La Nina akan berlangsung hingga Februari 2022, sesauai dengan rilis BMKG yang menyebabkan intensitas hujan meningkat di berbagai daerah,termasuk Kabupaten Kepulauan Sangihe. Sejak akhir tahun 2021 lalu hingga kini ,curah hujan masih tinggi.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menghimbau agar selama masa penghujan ini,masyarakat agar waspada terhadap kemungkinan bencana alam banjir dan tanah longsor.
Kepala Badan penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe Wandu Labesi S.Sos kepada sejumlah wartawan,mengungkapkan ,pemerintah kabupaten telah menyampaikan edaran ke pemerintah Kecamatan untuk diteruskan ke pemerintah kelurahan dan kampung agar memonitor wilayah masing -masing ketika terjadinya bencana.
” Kami pemerintah kabupaten beberapa kali memberikan edaran ke pemerintah kecamatan untuk diteruskan ke pemerintah kelurahan dan kampung agar memonitor wilayah masing-masing ,ketika terjadi bencana agar segerah melapor ke pemerintah kabupaten.” Ujar Labesi.
- Diresmikan Presiden Prabowo, Pemkab Minsel Dukung Pengoperasional 1.061 Unit KDKMP
- Bupati Michael Thungari Beri Dukungan dan Apresiasi Serta Motivasi Bagi Ke Empat Siswa Peserta Seleksi Paskibraka Tingkat Provinsi Sulawesi Utara
- Wabup Vasung Hadiri Groundbreaking 10 Gudang Pangan Polri dan Launching Operasional 166 SPPG
Wandu Labesi juga mengatakan sejak dua hari yang lalu,curah hujan cukup tinggi hingga berpotensi bencana banjir yang terjadi di wilayah kecamatan Manganitu.
“Memang sejak hari Sabtu dan Minggu kemarin curah hujan cukup tinggi hingga menyebabkan banjir di kecamatan Manganitu, dan hal ini juga baru kami ketahui dari media sisial, namun belum ada laporan tertulis dari pemerintah kecamatan namun untuk longsoran material tanah masih tidak menutupi badan jalan dan tidak menggannggu transportasi darat,” Kata Labesi.
Wandu Labesi berharap , masyarakat yang bermukiman di daerah rawan bencana agar tetap waspada akibat cuaca ekstrim akhir-akhir ini. (Yoss)








