Minut-Modus penipuan dengan mencatut nama pejabat kembali terjadi di Kabupaten Minahasa Utara. Kali ini, nama Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab melalui pesan WhatsApp untuk menawarkan penjualan emas kepada aparat desa.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menegaskan, nomor yang beredar dan mengatasnamakan kepala daerah tersebut adalah palsu dan tidak memiliki kaitan apa pun dengan Bupati.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Minahasa Utara, Asriyadi Lalompoh, mengungkapkan bahwa pelaku bahkan sempat menghubungi salah satu Hukum Tua dengan modus transaksi emas, sembari membawa-bawa nama bupati untuk meyakinkan calon korban.
“Ini jelas tindakan penipuan. Kepala daerah tidak pernah melakukan transaksi pribadi, apalagi menawarkan sesuatu melalui nomor tidak resmi,” tegas Asriyadi.
- GMIM Moria Kolongan Rayakan HUT ke-174 dengan Ibadah Syukur, Kejuaraan Moriko Cup 2026 Sukses Digelar
- Diresmikan Presiden Prabowo, Pemkab Minsel Dukung Pengoperasional 1.061 Unit KDKMP
- Bupati Michael Thungari Beri Dukungan dan Apresiasi Serta Motivasi Bagi Ke Empat Siswa Peserta Seleksi Paskibraka Tingkat Provinsi Sulawesi Utara
Ia menekankan, pola seperti ini merupakan modus lama dengan kemasan baru memanfaatkan jabatan dan nama pejabat publik untuk membangun kepercayaan, lalu mengarahkan korban pada transaksi yang berpotensi merugikan.
Pemkab Minut meminta masyarakat, khususnya para perangkat desa dan pelaku usaha, agar tidak mudah percaya terhadap pesan, telepon, atau permintaan apa pun yang mengatasnamakan pejabat daerah tanpa verifikasi melalui kanal resmi pemerintah.
“Jika menerima pesan mencurigakan, segera abaikan dan jangan ditindaklanjuti. Bila perlu, laporkan kepada aparat penegak hukum agar bisa diproses,” ujarnya.
Fenomena ini menjadi peringatan keras bahwa kejahatan digital semakin berani dan menyasar figur publik untuk melancarkan aksinya.
Pemerintah mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta tidak ragu melakukan klarifikasi sebelum mengambil keputusan apa pun yang menyangkut transaksi atau permintaan dana.
“Literasi digital dan kehati-hatian adalah benteng utama. Jangan beri ruang bagi pelaku untuk memanfaatkan kelengahan kita,” tandasnya. (T3/*)






