Buka Perkemahan Pramuka, Wabup Djira Ingatkan Dua Hal Ini

Baturube – Wakil Bupati Morowali Utara (Morut) H. Djira membuka perkemahan Pramuka dalam rangka merayakan hari ulang tahun ke-165 Baden Powell dan Jambore Cabang II Gerakan Pramuka Morowali Utara, Senin (21/2/2022).

Perkemahan tersebut dilaksanakan di SMPN 2 Woomparigi, Kecamatan Bungku Utara diikuti utusan peserta se Kabupaten Morowali Utara.

Saat memberikan sambutan, Wabup Morut menekankan dua masalah penting kepada kaum muda sekaligus menjadi perhatian para kader Pramuka.

Kedua masalah besar tersebut, kata Wabup, adalah yang berkaitan dengan masalah sosial dan masalah kebangsaan.

Masalah sosial mencakup maraknya penggunaan napza dan obat terlarang serta pergaulan bebas yang berakibat tingginya hubungan seksual pranikah, kekerasan dan kriminalitas yang melibatkan kaum muda.

Sedangkan masalah kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mencakup rendahnya solidaritas sosial, rendahnya semangat berkebangsaan, serta rendahnya semangat persatuan dan kesatuan.

“Hal ini berdampak pada rendahnya semangat bela negara dan Ancaman disintegrasi bangsa. Ancaman itu tentunya menjadi tanggung jawab semua komponen bangsa, termasuk gerakan Pramuka,” jelas Wabup Djira.

Ia juga mengingatkan, tantangan yang dihadapi kaum muda ke depan semakin besar dan kompleks. Sosial, budaya, dan politik yang berlangsung di negara ini akan mempengaruhi perubahan perilaku dari gaya hidup kaum muda.

Oleh karena itu, lanjut Wabup, perlu diciptakan gerakan Pramuka baru yang diminati kaum muda. Pramuka harus dapat mengikuti perkembangan kaum muda agar tidak terkesan kuno di era digital saat ini.

Khusus kepada para pembina kepramukaan, Wabup mengajak untuk merapatkan barisan dan menyatukan gerak langkah untuk percepatan pembentukan karakter kaum muda Indonesia.

“Kepada para pimpinan Kwartir Cabang, Kwartir Ranting Gerakan Pramuka dan para Pembina Pramuka gugus depan di seluruh Kabupaten Morowali Utara, saya mengimbau agar secara bersama-sama meningkatkan kualitas gugus depan,” harapnya.

Untuk diketahui, dalam sejarah kepanduan diceritakan bahwa Lord Baden Powell adalah seorang tentara Inggris. Dari pengalaman hidup di dunia militer itulah kemudian yang memberi inspirasi bagi dirinya untuk mendirikan kepanduan di Inggris byang kemudian tersebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia yang kemudian dikenal dengan nama Pramuka. (*Johnny)

Loading