Morut-Wakil Bupati (Wabup) Morowali Utara (Morut), H Djira K SPd MPd, membuka secara resmi kegiatan pertemuan evaluasi intervensi stunting Kabupaten Morut Tahun 2024, di Aula Hotel Bougenville Kolonodale Kamis (16/05/2024).
Kegiatan tersebut diikuti seluruh anggota Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Morut.
Tujuan utama dari pertemuan ini, tidak lain untuk meningkatkan kolaborasi lintas program dan lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting di bumi tepo asa aroa tercinta.
Berdasarkan hasil Survey kesehatan, prevalensi stunting di Indonesia di 2023 berada pada angka 21, 5 persen.
- Melangkah Sehat, Bergerak Hijau: PLN UP3 Luwuk Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Aksi Bersih Lingkungan
- Gelorakan Semangat Pancasila, PLN dan Pemprov Sulteng Kejar Target 100% Desa Berlistrik di 2029
- Pansus RTRW Menggelar Rapat Penyempurnaan Hasil Evaluasi Kemendagri Terhadap Ranperda RTRW Tahun 2025-2044
Kata dia, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sendiri menargetkan angka stunting di Indonesia turun hingga 14 persen.
Wabup Djira, yang juga Ketua TPPS Morut, dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota TPPS yang bersedia hadir, untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Ia juga tidak lupa berterima kasih kepada Dr Sirajudin SP MKes RD dari Kementrian Kesehatan RI dan Poltekkes Makassar, selaku narasumber yang hadir untuk menyampaikan materi dan memberikan wawasan, serta ilmu kepada para anggota TPPS yang ada.
Wabup Djira, berharap seluruh tahapan yang dilaksanakan, mulai dari perencanaan sampai dengan rencana tindak lanjut, bisa dilaksanakan dengan baik oleh masing-masing OPD yang masuk dalam TPPS Morut.
“Ini bentuk tanggung jawab sosial dan tanggung jawab kemanusiaan bagi masyarakat yang ada di Morut,” ujarnya.
Hadir dalam kegiatan itu, Kepala Bappelitbangda Morut, Gerzom Tandi ST MEng, Kadinkesda Morut, Drs Romelius Sapara, sejumlah Pimpinan OPD terkait dijajaran Pemda Morut, serta tamu undangan lainnya. (Diskominfo/NAL)








