Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio,M.K,ST,MT
Sulut– Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulut terus berupaya memastikan agar pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Sulut dapat berjalan dengan maksimal. Mengingat sisa waktu kerja tinggal 40 hari sehingga akhir tahun 2022 ini harus tuntas di kerjakan.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio,M.K,ST,MT,di ruang kerjanya, Kamis (24/11/2022).
Dijelaskannya, bahwa terdapat empat Jembatan yang dipacu oleh BPJN. “Tahun ini, kita BPJN Sulut mengerjakan beberapa proyek jembatan yang tersebar di Sulut. Antara lain Jembatan Gantung Kairagi, Jembatan Boulevard II, Jembatan Abuang di Minahasa Tenggara (Mitra), Jembatan Sosongian di Tumpaan, Minahasa Selatan (Minsel). Ke empat Jembatan ini kita targetkan untuk rampung di tahun ini,” kata Hendro Satrio.
Sementara itu, untuk mencapai target pekerjaan konstruksi tersebut, Hendro Satrio menyebutkan bahwa, terdapat dua jembatan yang telah tuntas dibangun sehingga selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas publik, yaitu Jembatan Gantung Kairagi yang diresmikan Gubernur Sulut Olly Dondokambey pada Bulan Agustus lalu itu sudah selesai 100 persen, dan Jembatan Abuang di Mitra.Progres Jembatan ini juga sudah 100 persen. Sementara dua Jembatan lainya, yakni Jembatan Boulevard II serta Jembatan Sosongian Tumpaan, direncanakan rampung hingga akhir tahun mendatang.
Terkait fungsi jembatan yang dibangun, masing masing memiliki manfaat dan fungsi yang berbeda-beda, yakni Jembatan Boulevard II merupakan akses penghubung masyarakat dengan jalan utama Kairagi.
Jembatan Boulevard II merupakan penghubung antara jalan Boulevard II dengan Kecamatan Molas, Jembatan Sosongian untuk memperlebar lajur jalan sehingga tidak terjadi penyempitan. Sedangkan Jembatan Abuang usai diperbaiki memberikan manfaat agar tidak menjadi area rawan banjir pada lokasi tersebut.
Di BPJN jelas Hendro Satrio, Tahun ini juga dapat paket muties, yang di Esang Raines kabupaten Talaud. “Kita lagi bikin penuntasan jalan multies Tahun 2022 dengan tahun 2024, dengan dana lokasi Rp.204 miliar. Selain itu kita mengerjakan jalan tanah 23 km, kita akan aspal di Esang Raines kita juga melakukan Jembatan kayu jadi ada juga 5 jembatan masuk paket tersebut di Tahun 2022 dan 2024.” Ujar Satrio.
Selain itu kata Hendro Satrio, rencana juga ada 2 paket multies yang sedang di proses lelang, yaitu di Maelang Atinggola dengan yang di Wori-Likupang. “Itu juga masuk paket multies 2022 dan 2024. Untuk Maelang-Atinggola pagunya 170 miliar sedangkan lelang proyek yang di Likupang 173 miliar,saat ini dalam pekerjaan.” Pungkas Satrio.
Dalam progres pekerjaan oleh BPJN,kata Hendro Satrio ada beberapa kendala yang di hadapi. seperti pekerjaan di Mor 3 tahap 2, walaupun lahan itu sudah di bebaskan oleh Dinas Perkimtan Sulut, ada saja penggarap yang masuk, mereka menahan agar pekerjaan tidak di lanjutkan. (***/Jansen)







