Manado – Anak laki laki berusia 5 tahun bernama Ricard Patabone (5) warga Kelurahan Kombos Timur Lingkungan III Kecamatan Singkil, ditemukan meninggal dunia dikarenakan hanyut di sungai Mayondi Kelurahan Kombos Timur Kecamatan Singkil. Selasa (1/2) siang tadi.
Menurut keterangan dari saksi Tinus Makarao (37) yang tak lain adalah paman korban mengatakan, awalnya korban disuruh oleh orang tuanya untuk pergi ke warung yang tak jauh dari rumah untuk membeli mie instan. Namun setelah berselang setengah jam, korban tak kunjung kembali kerumah. Sehingga saksi langsung pergi mengecek kewarung dan menanyakan kepada pemilik warung.
“Saat saya bertanya ke pemilik warung, dia (pemilik warung) mengatakan kalau keponakan saya tidak berbelanja di warungnya. Lalu saya balik dan langaung memberitahukan kepada orang tua korban,” ujar saksi.
Kemudian saksi bersama orang tua korban dan juga beberapa masyarakat langsung menyusuri sungai Mayondi. Alhasil korban ditemukan sudah meninggal dunia dikarenakan terseret arus.
- PWI dan Mitra Gelar Gerakan Literasi Pelajar Manado, Sejuta Asa untuk Kota Tercinta, Jadi Kado Istimewa HUT Ke-403 Manado
- Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PLN UP3 Palu Hijaukan Pesisir Teluk Palu Melalui Penanaman 1.000 Bibit Mangrove
- Dari Gerobak Harapan ke Usaha yang Lebih Mapan : Kisah Muhammad Syarifuddin Menyalakan Asa Bersama TJSL PLN
Sementara itu, Kapolsek Singkil Iptu Muhammad Hasbi S.ik ketika dikonfirmasi membenarkan adanya anak yang terseret arus banjir tersebut, “kejadian tersebut benar terjadi, tadi kami bersama Bhabinkamtibmas sudah mengunjungi rumah duka, kami Polsek Singkil turut berduka atas kejadian tersebut.” Pungkasnya. (Dwi)






