Anggota DPRD Bitung Bantah Lakukan Penipuan Dibisnis Arang Tempurung

Bitung- Adanya informasi yang menyebutkan, oknum anggota DPRD Bitung, Alexander Wenas, lakukan penipuan bisnis arang tempurung dengan salah satu pengusaha asal Kabupaten Blora, Jawa Timur, dibantah oleh Wenas.

Kepada sejumlah wartawan, Senin (6/4/2026) di kantor DPRD Bitung, Wenas mengatakan, pihaknya tidak pernah melakukan penipuan dalam bisnis tersebut, karena semua berjalan sesuai perjanjian awal.

“Saya itu ada kerja bisnis dengan salah satu anggota DPRD Blora, yakni Manut. Sistimnya bagi keuntungan. Dia (maksudnya Mansur, red) memberikan uang ke saya, kemudian saya membeli arang tempurung disini dan dikirim ke Blora. Itu semua sudah saya lakukan. Arang tampurung sudah saya kirim sejak pertengahan tahun lalu dengan jumlah 1 kontainer melalui perusahaan ekspedisi milik Haji Ramlan Irfan atau Haji Olan. Semua bukti pengiriman dan dokumennya ada,” jelas Wenas.

Lanjut dikatakan politisi Nasdem yang sudah 3 periode sebagai wakil rakyat tersebut, arang tampurung yang diminta untuk dikirim iru sudah melalui proses produksi dan dengan kadar air yang sesuai permintaan. “Saya sudah lakukan dengan membeli arang tampurung disini, diolah dengan menggunakan tenaga kerja dan kemudian dikirim. Bahkan pak Mansur sudah mengirimkan vidio dimana arang tampurung yang saya kirim lewat kontainer itu sudah diterimanya. Dimana kesalahan saya? Kalau saya sengaja melakukan penipuan, maka saya tidak akan kirim itu. Tapi barang sudah saya kirim dan diterima. Dokumen pengiriman juga lengkap,” tandasnya.

Wenang mengatakan, dirinya pernah beberapa kali meminta bertemu dengan rekan bisnisnya tersebut, untuk menyelesaikan persoalan ini, tapi Mansur enggan bertemu. “Kami pernah janjian ketemu di Jogja, karena sama-sama ada kunjungan kerja disana. Begitu saya hubungi lewat telepon, dia mengatakan sudah kembali ke Blora. Saat saya sudah di bandara akan ke Jakarta, dia telpon bilang sudah kembali dari Blora dan sudah di Jogja. Terkesan sengaja menghindar. Dan sekarang mau mengatakan saya lakukan penipuan,” tandasnya dengan nada kesal.

Wenas juga mengatakan, yang dia butuhkan saat ini adalah bertemu langsung dan melakukan penghitungan sama-sama. Jika memang barang yang dikirimnya kurang, maka dirinya kata Wenas, akan mengirim lagi. Tapi kalau kelebihan, maka Mansur menurutnya, wajib membayar selisih.

“Ini cerita bisnis. Bagi hasil keuntungan. Jadi harus berteman dan menghitung sama-sama jumlah pengeluaran. Mulai dari pembelian, proses produksi, biaya tenaga kerja dan pengiriman. Supaya jelas dan tidak saling menuding ada penipuan. Ini sudah menyangkut nama pribadi saya dan keluarga,” pungkas politisi Nasdem tersebut. (hzq)

Loading