Tahuna – Menjerat 4 tersangka kasus Internet Desa (InDes), dikabupaten kepulauan Sangihe sejak 3 tahun lalu masih bergulir . Hal ini memicuh atensi dari aktifis Engel Simon yang mendesak pihak Aparat Penegak Hukum (APH) secepatnya menuntaskan kasus ini.
” Masyarakat selalu mempertanyakan penuntasan kasus InDes ini kepada kami, sehingga menurut informasi akan ada susulan gelombang demo besar-besaran yang secara spontan dari masyarakat, mungkin ribuan yang akan turun, apabila Aparat Penegak Hukum (APH) lambat untuk menuntaskan kasus InDes ini,” ungkap Engel Simon mewakili Aliansi Aktivis Pro Justicia.
Menanggapi pernyataan Engel Simon Ketua Komisi Cabang (Komcab) LPK-PK Sangihe, Johan Adler Fredrik Lukas mengatakan demo tersebut bisa saja terjadi atas kemauan dari masyarakat yang menginginkan daerah Sangihe bebas dari korupsi.
“Bisa saja terjadi demo besar-besaran, sebab masyarakat sudah resah dan banyak yang paham, sehingga kemungkinan ada 1000-an lebih warga masyarakat yang akan tergabung pada demo itu. Dan tentunya tetap memakai prinsip yang dinamakan demo damai, karena akan mengantongi surat ijin resmi dari pihak Kepolisian,” urai Lukas kepada media. (Yoss)
- Melangkah Sehat, Bergerak Hijau: PLN UP3 Luwuk Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Aksi Bersih Lingkungan
- Gelorakan Semangat Pancasila, PLN dan Pemprov Sulteng Kejar Target 100% Desa Berlistrik di 2029
- Pansus RTRW Menggelar Rapat Penyempurnaan Hasil Evaluasi Kemendagri Terhadap Ranperda RTRW Tahun 2025-2044








